Dengan kata lain, penambahan aset ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas operasional dan daya saing perusahaan di pasar. Ronny juga menambahkan bahwa transaksi pembiayaan ini tidak akan memberikan dampak material terhadap operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan.
Kinerja Keuangan yang Mendukung
Keputusan untuk melakukan ekspansi ini bukannya tanpa dasar. Langkah tersebut justru datang di saat kinerja keuangan Grahaprima Suksesmandiri menunjukkan tren yang sangat positif. Hingga akhir kuartal ketiga 2025, laba bersih perseroan tercatat melonjak tajam sebesar 60,20 persen menjadi Rp44,85 miliar.
Lonjakan profitabilitas itu terutama didorong oleh performa gemilang segmen logistik, yang berhasil mencatatkan peningkatan pendapatan hingga 42 persen menjadi Rp454,67 miliar. Pada periode yang sama, laba bersih per saham (EPS) perusahaan berada di angka Rp23,57. Data kinerja yang solid ini memberikan fondasi yang kuat sekaligus justifikasi bagi langkah strategis perusahaan untuk terus berinvestasi dan berkembang.
Artikel Terkait
Wall Street Anjlok, Ketegangan Timur Tengah dan Sinyal Trump Tekan Pasar
MORA Siapkan Buyback Rp1,02 Triliun Jelang Merger dengan EMR
Obligasi dan Sukuk RATU Tembus Oversubscription 6,8 Kali Lipat
ENVY Rencanakan Akuisisi 99% Saham Delapan Media Komunikasi