MURIANETWORK.COM - PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA) mengamankan fasilitas pembiayaan senilai Rp79,6 miliar dari PT Indomobil Finance Indonesia. Pinjaman dalam bentuk sewa pembiayaan (finance lease) ini resmi disepakati pada 4 Februari 2026 dan akan dialokasikan untuk penguatan armada truk guna mendukung ekspansi bisnis logistik perusahaan.
Alokasi Dana untuk Ekspansi Armada
Dalam penjelasan resminya, Presiden Direktur Grahaprima Suksesmandiri, Ronny Senjaya, menegaskan bahwa dana segar ini merupakan bagian dari strategi pengembangan perusahaan. Langkah ini diambil untuk merespons pertumbuhan positif yang tengah terjadi di sektor logistik.
Ronny menyatakan, "Hasil transaksi akan digunakan Perseroan untuk pembelian truk baru guna mendukung kegiatan usaha."
Dengan kata lain, penambahan aset ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas operasional dan daya saing perusahaan di pasar. Ronny juga menambahkan bahwa transaksi pembiayaan ini tidak akan memberikan dampak material terhadap operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan.
Kinerja Keuangan yang Mendukung
Keputusan untuk melakukan ekspansi ini bukannya tanpa dasar. Langkah tersebut justru datang di saat kinerja keuangan Grahaprima Suksesmandiri menunjukkan tren yang sangat positif. Hingga akhir kuartal ketiga 2025, laba bersih perseroan tercatat melonjak tajam sebesar 60,20 persen menjadi Rp44,85 miliar.
Lonjakan profitabilitas itu terutama didorong oleh performa gemilang segmen logistik, yang berhasil mencatatkan peningkatan pendapatan hingga 42 persen menjadi Rp454,67 miliar. Pada periode yang sama, laba bersih per saham (EPS) perusahaan berada di angka Rp23,57. Data kinerja yang solid ini memberikan fondasi yang kuat sekaligus justifikasi bagi langkah strategis perusahaan untuk terus berinvestasi dan berkembang.
Artikel Terkait
Bundamedik (BMHS) Targetkan Pertumbuhan Dua Digit pada 2026
NPGF Dapat Kredit Rp54,02 Miliar dari Bank Sinarmas untuk Modal Kerja
Jinlong Resources Mulai Tender Wajib atas Saham Hotel Fitra International
Permintaan Emas Global Tembus Rekor 5.002 Ton pada 2025, Investasi Jadi Penggerak Utama