MURIANETWORK.COM - PT Bundamedik Tbk (BMHS), emiten rumah sakit yang mengelola RS Bunda, menargetkan pertumbuhan pendapatan dua digit pada tahun 2026. Target ambisius ini akan ditempuh dengan mengoptimalkan aset yang ada, termasuk penambahan kapasitas tempat tidur secara bertahap hingga 2027, tanpa mengorbankan kualitas dan keselamatan layanan kesehatan. Fokus utama perusahaan adalah menjaga kesehatan arus kas dan profitabilitas di tengah dinamika industri yang penuh tantangan.
Konsolidasi Pertumbuhan dengan Fondasi yang Kuat
Menjelang 2026, manajemen BMHS tidak sekadar mengejar angka pertumbuhan, melainkan lebih pada mengonsolidasikan fondasi bisnis yang sehat. Strateginya berpusat pada pemanfaatan maksimal fasilitas eksisting, menjaga efisiensi operasional, dan memastikan setiap langkah ekspansi memberikan nilai tambah berkelanjutan.
Presiden Direktur Bundamedik, Agus Heru Darjono, menegaskan bahwa pendekatan ini diambil untuk menciptakan keseimbangan. "Kami melihat 2026 sebagai momentum untuk mengonsolidasikan pertumbuhan yang sehat. Fokus BMHS adalah memaksimalkan aset yang ada, menjaga efisiensi, serta memastikan setiap langkah pengembangan memberikan nilai tambah jangka panjang, baik bagi kualitas hidup pasien maupun keberlanjutan kinerja perusahaan," jelasnya.
Menjawab Tantangan dengan Layanan Medis Kompleks
Lanskap kesehatan Indonesia terus berubah. Peningkatan usia harapan hidup dan prevalensi penyakit kronis mendorong permintaan akan layanan kesehatan yang lebih spesialistik dan terintegrasi. BMHS merespons tren ini dengan menjadikan pengembangan layanan medis kompleks sebagai salah satu pilar strategis.
Sepanjang 2025, komitmen itu telah diwujudkan melalui sejumlah pencapaian klinis, seperti transplantasi ginjal dan prosedur Robotic Skin Sparing Mastectomy pertama di Asia Tenggara. Penguatan ini dilakukan secara bertahap, didukung oleh peningkatan kapabilitas sumber daya manusia dan adopsi teknologi presisi.
Artikel Terkait
Merdeka Gold Resources Lakukan Restrukturisasi Besar, Tunjuk Tiga Direktur Baru
IHSG Melonjak 2,75% Usai Lebaran, Sektor Tekstil Jadi Primadona
IHSG Melonjak 2,75%, Sentimen Positif Warnai Perdagangan Saham
Laporan Keuangan Gemilang Tak Cegah Saham Pop Mart Anjlok 20% di Hong Kong