Bundamedik (BMHS) Targetkan Pertumbuhan Dua Digit pada 2026

- Minggu, 08 Februari 2026 | 15:50 WIB
Bundamedik (BMHS) Targetkan Pertumbuhan Dua Digit pada 2026

MURIANETWORK.COM - PT Bundamedik Tbk (BMHS), emiten rumah sakit yang mengelola RS Bunda, menargetkan pertumbuhan pendapatan dua digit pada tahun 2026. Target ambisius ini akan ditempuh dengan mengoptimalkan aset yang ada, termasuk penambahan kapasitas tempat tidur secara bertahap hingga 2027, tanpa mengorbankan kualitas dan keselamatan layanan kesehatan. Fokus utama perusahaan adalah menjaga kesehatan arus kas dan profitabilitas di tengah dinamika industri yang penuh tantangan.

Konsolidasi Pertumbuhan dengan Fondasi yang Kuat

Menjelang 2026, manajemen BMHS tidak sekadar mengejar angka pertumbuhan, melainkan lebih pada mengonsolidasikan fondasi bisnis yang sehat. Strateginya berpusat pada pemanfaatan maksimal fasilitas eksisting, menjaga efisiensi operasional, dan memastikan setiap langkah ekspansi memberikan nilai tambah berkelanjutan.

Presiden Direktur Bundamedik, Agus Heru Darjono, menegaskan bahwa pendekatan ini diambil untuk menciptakan keseimbangan. "Kami melihat 2026 sebagai momentum untuk mengonsolidasikan pertumbuhan yang sehat. Fokus BMHS adalah memaksimalkan aset yang ada, menjaga efisiensi, serta memastikan setiap langkah pengembangan memberikan nilai tambah jangka panjang, baik bagi kualitas hidup pasien maupun keberlanjutan kinerja perusahaan," jelasnya.

Menjawab Tantangan dengan Layanan Medis Kompleks

Lanskap kesehatan Indonesia terus berubah. Peningkatan usia harapan hidup dan prevalensi penyakit kronis mendorong permintaan akan layanan kesehatan yang lebih spesialistik dan terintegrasi. BMHS merespons tren ini dengan menjadikan pengembangan layanan medis kompleks sebagai salah satu pilar strategis.

Sepanjang 2025, komitmen itu telah diwujudkan melalui sejumlah pencapaian klinis, seperti transplantasi ginjal dan prosedur Robotic Skin Sparing Mastectomy pertama di Asia Tenggara. Penguatan ini dilakukan secara bertahap, didukung oleh peningkatan kapabilitas sumber daya manusia dan adopsi teknologi presisi.

Agus Heru Darjono menambahkan, "Selama ini BMHS secara konsisten membangun kapabilitas layanan medis kompleks yang ditopang oleh sumber daya manusia yang mumpuni dan teknologi presisi, termasuk pemanfaatan robotic surgery pada kasus-kasus tertentu. Upaya ini kami jalankan agar masyarakat memiliki kepercayaan dan pilihan layanan yang aman, terintegrasi, dan dapat diandalkan di Indonesia."

Disiplin Finansial di Tengah Tekanan Biaya

Di balik inovasi layanan, industri rumah sakit juga menghadapi tekanan kenaikan biaya operasional dan kebutuhan investasi teknologi yang masif. Dalam situasi ini, disiplin finansial dan optimalisasi aset menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan bisnis.

Manajemen BMHS menyadari betul pentingnya keseimbangan antara ekspansi dan kesehatan keuangan. "Di tengah industri yang semakin selektif, BMHS berfokus pada kualitas layanan, inovasi, dan integrasi ekosistem sebagai fondasi keberlanjutan jangka panjang perusahaan," tutur Agus.

Kinerja Keuangan Hingga Triwulan III-2025

Catatan kinerja keuangan hingga September 2025 menunjukkan ketahanan perusahaan dalam kondisi pasar yang dinamis. Pendapatan bersih BMHS tercatat relatif stabil di angka Rp1,154 triliun, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,156 triliun.

Sementara itu, laba bersih perusahaan mengalami penurunan tipis menjadi Rp20,01 miliar dari Rp20,17 miliar. Di sisi lain, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk justru menunjukkan peningkatan, naik menjadi Rp12,25 miliar dari sebelumnya Rp11,79 miliar. Angka-angka ini merefleksikan upaya perusahaan dalam mengelola profitabilitas di tengah lingkungan bisnis yang kompleks.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar