Rafinha Tinggalkan PSIM, Lanjutkan Karier di PSIS Semarang

- Senin, 29 Desember 2025 | 23:00 WIB
Rafinha Tinggalkan PSIM, Lanjutkan Karier di PSIS Semarang

YOGYAKARTA – Babak baru karier Rafinha akhirnya terbuka. Striker asal Brasil itu resmi meninggalkan PSIM Yogyakarta dan akan membela PSIS Semarang di Championship 2025-2026. Kepindahan ini mengakhiri kisahnya bersama Laskar Mataram, klub yang pernah dia bantu raih promosi bersejarah.

Pengumuman perpisahan dengan Rafael De Sa Rodrigues begitu nama lengkapnya dikeluarkan secara resmi oleh manajemen PSIM. Semuanya berjalan setelah pembicaraan cukup alot antara pihak klub dan sang pemain. Hasilnya? Mereka sepakat berpisah.

Razzi Taruna, sang manajer, menegaskan proses ini berjalan profesional dan tanpa ada paksaan. Semua dibicarakan dari hati ke hati.

“Kami berdiskusi untuk mencari solusi terbaik bersama-sama. Akhirnya, kami sepakat melepas Rafinha ke PSIS Semarang,” ujar Razzi.

Dia tak lupa menyampaikan terima kasih. Kontribusi Rafinha, terutama di musim promosi, dianggap sangat vital bagi klub.

“Kami berterima kasih kepada Rafa atas kontribusinya selama ini, dari musim lalu sampai sekarang. Dia sudah banyak membantu PSIM, termasuk menjadi bagian penting klub saat promosi ke kasta tertinggi,” tuturnya lagi.

Kalau dilihat dari statistik, keputusan ini sebenarnya tak terlalu mengejutkan. Musim ini, dari 15 laga yang dijalani PSIM, Rafinha cuma main tiga kali. Total waktu di lapangan? Cuma 59 menit. Situasi inilah yang kemudian jadi bahan evaluasi serius. Kedua belah pihak merasa perlu mencari jalan lain agar karier pemain 29 tahun itu tidak mandek.

Di sisi lain, Rafinha sendiri tampaknya sudah ikhlas. Dia merasa misi utamanya di Yogyakarta sudah tercapai: membawa PSIM naik kelas.

“Saya datang ke sini dengan misi membawa PSIM naik ke kasta tertinggi. Ketika musim berakhir dan PSIM promosi, saya merasa sangat senang dan bangga,” kenang Rafinha.

Meski begitu, perpisahan tetap saja meninggalkan rasa yang tidak sederhana. Ikatan emosionalnya dengan klub, para bobotoh, dan Kota Gudeg sendiri ternyata cukup dalam.

“Saya rasa, saya tidak akan pernah merasakan momen seperti ini lagi. Perasaan saya sekarang campur aduk, antara sedih dan senang,” tambahnya.

Sebagai penutup, dia punya harapan untuk mantan klubnya. Rafinha berpesan agar PSIM tetap konsisten dan bisa bersaing di papan atas Super League 2025-2026. Sementara itu, perjalanannya sendiri akan berlanjut di Kota Semarang.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar