Kenaikan IHSG juga bukan sekadar cerita indeks gabungan semata. Papan-papan lainnya ikut mencatatkan warna hijau. LQ45 naik 2,17 persen, IDX30 menguat 2,14 persen. Bahkan, papan JII dan ISSI justru meroket lebih tinggi, masing-masing 4,56 persen dan 3,75 persen. Semua sektor di papan utama bergerak positif, menandakan kenaikan yang cukup luas.
Sektor industri dasar jadi penopang utama, dengan saham seperti TPIA yang naik 11 persen dan AMMN yang menguat 6,2 persen. Sektor industrial juga tak mau kalah, didorong kinerja ASII dan UNTR yang masing-masing naik 8,4 persen dan 7,1 persen.
Di papan gainers, ada beberapa nama yang melesat sangat tinggi. GTSI memimpin dengan lonjakan 24,37 persen, disusul CBDK yang naik 23,49 persen, dan SCMA yang meroket 17,76 persen.
Namun begitu, di balik euforia ini, tetap ada saham-saham yang terkapar. Mereka yang masuk daftar top losers mengalami tekanan jual yang cukup berat. MORA melemah 14,86 persen, FILM turun 14,81 persen, dan UNIQ anjlok 14,29 persen. Ini mengingatkan kita bahwa dalam pasar yang sedang menguat sekalipun, selalu ada risiko dan selektivitas tetap diperlukan.
Secara keseluruhan, Selasa ini adalah hari yang cerah bagi Bursa Efek Indonesia. Setelah melalui tekanan, IHSG berhasil menunjukkan kekuatannya. Pertanyaannya sekarang, apakah momentum ini bisa bertahan? Atau hanya sekadar dead cat bounce? Wallahu a'lam. Kita tunggu saja perkembangan di hari-hari berikutnya.
Artikel Terkait
Gangguan Pasokan Timur Tengah Ancam Kerek Harga Aluminium
Pajak Rokok DKI Alokasikan Minimal 50% untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Bapanas Pastikan Stok Daging Nasional Melimpah Jelang Idulfitri
Saham Asia Menguat Didorong AI, Waspada Gejolak Harga Minyak