Pasar saham Indonesia hari ini benar-benar menunjukkan taringnya. IHSG, yang beberapa hari terakhir terlihat lunglai, tiba-tiba melesat dengan energi yang luar biasa. Pada perdagangan Selasa (3/2/2026), indeks acuan kita itu ditutup naik tajam 200 poin, atau setara 2,52 persen, ke level 8.122. Sebuah rebound yang cukup menggembirakan.
Yang menarik, kenaikan ini didorong oleh kebangkitan saham-saham "konglo" yang sebelumnya tertekan. Saham-saham dari kelompok Bakrie, misalnya, tampil perkasa. BUMI melonjak 20 persen ke Rp264, sementara DEWA tak kalah gesit dengan kenaikan 14,13 persen ke Rp525. Meski begitu, jika dilihat dari performa sepekan, kedua saham ini sebenarnya masih dalam zona merah dengan pelemahan lebih dari 20 persen. Jadi, kenaikan hari ini lebih seperti pemulihan sesaat setelah terjun bebas.
Perjalanan indeks sepanjang hari cukup berliku. Sempat terperosok di awal sesi ke area 7.712, IHSG berhasil bangkit dan bahkan menembus level psikologis penting 8.000. Puncaknya ada di 8.122. Aktivitas perdagangan pun terlihat ramai, dengan nilai transaksi harian yang mencapai Rp28 triliun. Ini menunjukkan ada minat beli yang cukup kuat masuk ke pasar.
Lalu, apa pemicunya? Tampaknya, sentimen positif ini berawal dari sebuah pertemuan penting Senin sore kemarin.
OJK bersama BEI dan KSEI dikabarkan menggelar duduk bersama dengan tim analis dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Pertemuan itu membahas dua isu krusial: transparansi kepemilikan saham dan likuiditas pasar terkait free float.
Hasil pertemuan itu, meski detailnya belum sepenuhnya terbuka, seolah memberi angin segar bagi investor.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Tegaskan: Tidak Akan Ada Lagi Burden Sharing dengan BI
OJK dan BEI Buka Klasifikasi Investor ke 27 Sub-Tipe untuk Pikat MSCI
Jeffrey Hendrik Pimpin Sementara BEI, Kursi Direktur Utama Baru Tunggu 2026
Gentengisasi Prabowo: Arsitek Ingatkan Tak Ada Atap yang Cocok untuk Semua Daerah