Selain seng, ada pula atap asbes yang dipakai sekitar 7,85 persen rumah tangga. Material campuran semen dan serat ini memang tahan api dan mudah dipasang. Tapi di balik itu, tersimpan risiko kesehatan yang serius jika serat halusnya terhirup.
Lain lagi dengan atap beton. Penggunanya hanya sekitar 1,63 persen. Meski terkenal super kuat dan bisa bertahan puluhan tahun, tampaknya harganya yang mahal jadi kendala. Sementara itu, bahan-bahan tradisional seperti bambu, kayu, jerami, atau rumbia masih digunakan oleh sedikit di bawah 1 persen rumah tangga.
Genteng Lebih Dominan di Kota
Kalau dilihat dari wilayah, ada perbedaan yang menarik antara kota dan desa. Di perkotaan, penggunaan genteng mencapai 62,2 persen, sementara seng hanya 24,4 persen. Di perdesaan, meski genteng masih memimpin dengan 52,5 persen, penggunaan seng ternyata lebih tinggi persentasenya dibanding di kota.
Peta Penggunaan Atap di Indonesia
Peta penggunaan atap di Indonesia menunjukkan ketimpangan yang cukup jelas. Data BPS 2022 yang masih merujuk pada 34 provinsi menunjukkan genteng tanah masih sangat terpusat di Jawa dan sebagian Sumatera.
Yogyakarta jadi yang tertinggi, di mana 95,03 persen rumah tangganya memakai genteng. Jawa Timur menyusul dengan 93,58 persen, lalu Lampung 87,10 persen.
Di sisi lain, seng justru mendominasi wilayah Indonesia bagian timur. Gorontalo memimpin dengan persentase mencengangkan, 97,3 persen rumah tangganya pakai seng. Sulawesi Utara dan Sulawesi Barat juga tak jauh beda, masing-masing di angka 96,23 persen dan 95,97 persen.
Perbedaan ini menggambarkan bahwa “proyek gentengisasi” yang digagas Presiden punya tantangan geografis dan kultural yang tidak kecil. Faktor ketersediaan material, biaya distribusi, dan kebiasaan lokal tampaknya masih menjadi penghalang besar untuk mewujudkan atap genteng seragam di seluruh Nusantara.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Bantah Anggaran Gentengisasi Capai Rp 1 Triliun
KSEI Siapkan Klasifikasi Baru Investor, Respons Teguran MSCI
Dana Asing Tumpah Rp 600 Miliar, IHSG Merangkak ke Zona Hijau
IHSG Bangkit 1,57%, Sentuh Level 8.047 di Tengah Euforia Sektor Hijau