Presiden Prabowo Subianto punya gagasan. Ia ingin atap rumah di Indonesia tampak lebih indah, caranya dengan menggunakan genteng tanah. Gagasan ini ia sampaikan karena prihatin melihat masih banyak rumah, terutama di daerah, yang memakai atap seng. Menurutnya, seng itu punya banyak kekurangan. Selain cepat berkarat, material ini juga kurang ramah lingkungan.
“Seng ini panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat,” ujar Prabowo.
Ia menambahkan, “Jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng. Maaf saya tidak tahu ini dari dulu industri aluminium dari mana ya, maaf bikin yang lain-lain deh.”
Pernyataan itu disampaikan dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2).
“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi ke Indonesia,” lanjutnya tegas.
Lalu, bagaimana kondisi riil di lapangan? Sudah berapa banyak rumah tangga di Indonesia yang sebenarnya memakai genteng?
Mayoritas Sudah Pakai Genteng, Tapi...
Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022 punya jawabannya. Ternyata, 57,93 persen atau sekitar 40,9 juta rumah tangga di Indonesia sudah menggunakan genteng. Angka ini menunjukkan genteng memang sudah jadi pilihan utama masyarakat.
Namun begitu, persebarannya belum merata. Masih ada 31,48 persen rumah tangga atau sekitar 22,2 juta yang bertahan dengan atap seng. Bahan ini populer karena ringan, harganya murah, dan dianggap cukup awet. Tapi kelemahannya jelas: bising saat hujan dan membuat ruangan di bawahnya terasa panas menyengat.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Bantah Anggaran Gentengisasi Capai Rp 1 Triliun
KSEI Siapkan Klasifikasi Baru Investor, Respons Teguran MSCI
Dana Asing Tumpah Rp 600 Miliar, IHSG Merangkak ke Zona Hijau
IHSG Bangkit 1,57%, Sentuh Level 8.047 di Tengah Euforia Sektor Hijau