Trump Perintahkan Uji Coba Nuklir: Apa Dampaknya bagi Dunia?

- Kamis, 30 Oktober 2025 | 09:35 WIB
Trump Perintahkan Uji Coba Nuklir: Apa Dampaknya bagi Dunia?
Trump Perintahkan Uji Coba Senjata Nuklir, Sebut Rusia dan China - Berita Terkini

Trump Perintahkan Pentagon untuk Segera Mulai Uji Coba Senjata Nuklir

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah mengeluarkan perintah kepada Departemen Pertahanan AS atau Pentagon untuk segera memulai uji coba senjata nuklir. Pengumuman mengejutkan ini disampaikan Trump dengan menyoroti kapabilitas nuklir Rusia dan China.

Seperti dilaporkan Reuters dan The Guardian, perintah tersebut diumumkan Trump melalui sebuah pernyataan di media sosial Truth Social. Yang menarik, pengumuman ini disampaikan saat Trump berada di Korsel untuk menghadiri KTT APEC dan tepat sebelum pertemuan bilateralnya dengan Presiden China, Xi Jinping.

Pernyataan Resmi Donald Trump Soal Uji Coba Nuklir

Dalam pernyataannya pada Kamis (30/10/2025), Trump menegaskan posisi Amerika Serikat. "Amerika Serikat memiliki lebih banyak senjata nuklir daripada negara lain mana pun. Hal ini telah dicapai, termasuk pembaruan dan renovasi total terhadap senjata yang sudah ada, selama masa jabatan pertama saya. Karena daya rusaknya yang luar biasa, saya SANGAT TIDAK SUKA melakukannya, tetapi tidak punya pilihan!" tulis Trump.

Trump juga secara spesifik menyebutkan peringkat kekuatan nuklir global. "Rusia berada di posisi kedua, dan China di posisi ketiga, tetapi akan sama dalam waktu 5 tahun," sebutnya lebih lanjut.

Instruksi Langsung untuk Memulai Proses Uji Coba

Merespons aktivitas negara lain, Trump memberikan instruksi yang jelas. "Karena negara-negara lain sedang menguji program, saya telah menginstruksikan Departemen Perang (nama baru Departemen Pertahanan) untuk memulai uji coba senjata nuklir kita secara setara," ujarnya. Trump menegaskan bahwa "Proses itu akan segera dimulai."

Pengumuman kebijakan pertahanan yang sensitif ini menambah ketegangan politik, karena disampaikan kurang dari satu jam sebelum pertemuannya dengan Xi Jinping. Pertemuan tersebut sendiri diagendakan untuk membahas gencatan senjata dalam perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar