PPIH Bentuk Satgas Armuzna Antisipasi Kepadatan Jelang Puncak Haji

- Kamis, 14 Mei 2026 | 20:00 WIB
PPIH Bentuk Satgas Armuzna Antisipasi Kepadatan Jelang Puncak Haji

Menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi membentuk satuan tugas operasi khusus untuk memastikan seluruh layanan berjalan optimal. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kebutuhan koordinasi yang lebih ketat pada momen krusial yang akan dihadapi jutaan jemaah dalam waktu dekat.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengungkapkan bahwa Satgas Armuzna dibentuk untuk mengawal kesiapan tiga aspek utama, yaitu akomodasi, konsumsi, dan transportasi. “Menjelang fase puncak haji di Armuzna, PPIH Arab Saudi telah membentuk Satuan Operasi Armuzna guna memastikan kesiapan layanan puncak haji, dari mulai fasilitas layanan puncak haji berupa akomodasi, konsumsi, bahkan hingga transportasi,” kata Maria pada Kamis (14/6/2024).

Dalam keterangannya, Maria menyebutkan bahwa kesiapan tenda di Arafah saat ini telah mencapai 90 persen. Tidak hanya itu, layanan transportasi Bus Masyair yang akan digunakan untuk mengatur mobilitas jemaah selama puncak ibadah juga telah melalui proses peninjauan menyeluruh. “Saat ini, kesiapan tenda di Arafah sudah mencapai 90 persen, termasuk layanan transportasi puncak haji, yaitu Bus Masyair yang juga sudah dilakukan peninjauan guna mengatur pergerakan transportasi,” ujarnya.

Di sisi lain, Satgas Armuzna telah menyusun sejumlah skenario mitigasi untuk mengantisipasi potensi hambatan di lapangan. Salah satu kekhawatiran utama adalah kepadatan jemaah yang dapat menghambat pergerakan transportasi, terutama pada dua ruas kritis, yaitu dari Arafah menuju Muzdalifah dan dari Muzdalifah menuju Mina. “Satuan Operasi Armuzna juga telah menyiapkan berbagai skenario mitigasi terkait potensi terhambatnya pergerakan transportasi akibat kepadatan, terutama dari Arafah ke Muzdalifah maupun juga dari Muzdalifah menuju ke Mina,” jelas Maria.

Kementerian Haji dan Umrah juga mengimbau para jemaah untuk mulai membiasakan diri berjalan kaki secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing. Langkah ini dinilai penting sebagai antisipasi terhadap kondisi kepadatan yang hampir pasti terjadi saat puncak haji. “Jadi, mari kita sama-sama para jemaah membiasakan diri untuk berjalan kaki secara bertahap sesuai dengan kemampuan,” kata Maria.

Secara keseluruhan, Maria menegaskan bahwa layanan haji Indonesia berjalan lancar. Hingga hari ke-24 operasional haji, sebanyak 395 kloter dengan total 152.724 jemaah dan 1.577 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Sementara itu, sebanyak 353 kloter dengan 136.422 jemaah dan 1.412 petugas telah tiba di Makkah dan siap mengikuti rangkaian ibadah selanjutnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar