Persib dan Borneo FC Diproyeksikan ke Asia, I.League Upayakan Persija Ikut ASEAN Club Championship

- Kamis, 14 Mei 2026 | 20:00 WIB
Persib dan Borneo FC Diproyeksikan ke Asia, I.League Upayakan Persija Ikut ASEAN Club Championship

Persaingan menuju pentas Asia dan Asia Tenggara musim depan semakin memanas seiring bergulirnya pekan-pekan akhir kompetisi. Persib Bandung dan Borneo FC diproyeksikan menjadi dua wakil Indonesia di ajang Asia, sementara Persija Jakarta tengah diupayakan untuk bisa berlaga di ASEAN Club Championship 2025/2026. Kepastian ini tidak hanya menentukan gelar juara, melainkan juga nasib klub-klub papan atas dalam mengukir prestasi di level internasional.

Klub yang keluar sebagai juara Liga Super 2025/2026 berhak tampil di babak play-off AFC Champions League Two (ACL Two). Hingga saat ini, Persib Bandung dan Borneo FC menjadi dua kontestan yang paling berpeluang mengamankan posisi tersebut. Sementara itu, tim yang finis sebagai runner-up akan mendapatkan tiket menuju AFC Challenge League musim depan. Dengan klasemen yang masih ketat, dua pertandingan terakhir musim ini dipastikan menjadi penentu nasib klub-klub elite.

Di sisi lain, musim depan juga akan menghadirkan ASEAN Club Championship yang mempertemukan klub-klub terbaik Asia Tenggara. Menariknya, operator liga, I.League, kini tengah berupaya agar Persija Jakarta yang berada di peringkat ketiga klasemen bisa ikut serta dalam turnamen tersebut. Namun, langkah itu tidak mudah karena regulasi ASEAN Club Championship menetapkan bahwa wakil setiap negara idealnya berasal dari peringkat pertama dan kedua liga domestik. Artinya, secara aturan, slot Indonesia sebenarnya menjadi milik Persib Bandung dan Borneo FC jika keduanya finis di dua besar.

Direktur Operasional I.League, Asep Saputra, mengakui pihaknya masih membahas kemungkinan tersebut. Menurut Asep, operator liga sudah menggelar pertemuan dengan para pemilik klub untuk membicarakan tantangan besar musim depan.

“Kami sudah menyampaikan ini kepada owner klub bahwa musim depan itu menjadi musim yang sangat panjang,” kata Asep Saputra.

Musim depan diprediksi jauh lebih padat karena klub papan atas berpotensi tampil di banyak kompetisi sekaligus. Selain Liga Super dan Piala Indonesia, klub-klub elite juga harus bermain di kompetisi Asia dan Asia Tenggara. Asep menilai jadwal yang padat bisa menjadi tantangan serius, terlebih banyak pemain Super League yang juga menjadi bagian dari Timnas Indonesia untuk agenda internasional.

Selain persiapan menuju Piala Asia 2027, kalender sepak bola Asia Tenggara juga akan dipadati Piala AFF 2026 dan FIFA ASEAN Cup 2026. Situasi itu membuat operator liga harus menyusun regulasi dengan sangat hati-hati agar tidak memberatkan klub.

“Saya harus hati-hati menyiapkan ini karena ini bukan sebuah janji,” ujar Asep.

Meski begitu, I.League tetap berupaya membuka peluang bagi Persija Jakarta. “Tapi kami berupaya kalau memang harus bisa diberikan kepada peringkat ketiga (Persija) atau seperti apa,” katanya. Namun, Asep kembali menegaskan bahwa regulasi kompetisi masih menjadi kendala utama. “Tapi berdasarkan regulasi ya memang harus peringkat pertama dan kedua.”

Jika Persib Bandung, Borneo FC, dan Persija Jakarta benar-benar tampil di kompetisi internasional musim depan, klub Indonesia akan menghadapi salah satu musim terpadat dalam beberapa tahun terakhir. Situasi ini bisa menjadi ujian besar bagi kedalaman skuad setiap klub. Klub yang ingin bersaing di level Asia tidak hanya membutuhkan pemain inti berkualitas, tetapi juga rotasi yang kuat agar tetap kompetitif di semua ajang. Dengan jadwal yang semakin padat, bursa transfer musim depan diprediksi akan berlangsung lebih agresif karena banyak klub mulai memburu pemain tambahan untuk memperkuat skuad.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar