Pemerintah Ukraina akhirnya menyetujui sebuah rencana. Rencana itu soal penegakan gencatan senjata, tapi dengan cara bertahap. Yang menarik, skema ini nantinya bakal melibatkan sekutu-sekutu mereka di Eropa dan juga Amerika Serikat. Kabar ini muncul tepat di saat pembicaraan untuk mengakhiri perang yang sudah berlarut-larut empat tahun dengan Rusia akan segera digelar.
Media Financial Times yang lebih dulu melaporkan ini, mengutip sejumlah sumber yang paham betul dengan pembicaraan tersebut. Intinya, ada mekanisme khusus yang disepakati Kyiv bersama sekutu Baratnya. Mekanismenya begini: setiap pelanggaran berkelanjutan oleh Rusia terhadap gencatan senjata di masa depan, akan langsung memicu respons militer gabungan dari Eropa dan AS. Reuters yang mengutip laporan itu menyebut, mereka belum bisa memverifikasi kebenarannya secara independen.
Memang, sampai detik ini belum ada kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani kedua belah pihak. Tapi soal rencana penegakannya, itu sudah jadi bahan obrolan serius sejak akhir tahun lalu. Beberapa kali, tepatnya pada Desember 2025 dan Januari kemarin, para pejabat Ukraina, Eropa, dan AS duduk membahasnya.
Artikel Terkait
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Dugaan Saham Gorengan
Istri Hoegeng Iman Santoso, Eyang Meri, Tutup Usia di RS Polri
Istri Hoegeng Iman Santoso, Eyang Meri, Tutup Usia di Usia 100 Tahun
Teriakan di Pasar Sepi: Warga Gagalkan Aksi Penculikan di Jombang