Hans punya pesan sederhana: jangan panik. Justru ini momentum untuk jeli memilih. "Sebaiknya pelaku pasar ritel jangan panik, dan melakukan akumulasi pada saham-saham yang berfundamental bagus," tambahnya.
Delapan Langkah Reformasi OJK
Di sisi lain, otoritas juga tak tinggal diam. Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menguraikan delapan rencana aksi untuk memperkuat pasar. Tujuannya jelas: meningkatkan likuiditas, transparansi, dan tentu saja, kepercayaan investor.
“OJK bersama dengan Self Regulatory Organization, bersama dengan Bursa Efek Indonesia, Kliring Penjaminan Efek Indonesia, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia, menyampaikan komitmen untuk melakukan bold and ambitious reforms di pasar modal Indonesia sesuai dengan best practices dan memenuhi ekspektasi Global Index Provider,” kata Friderica dalam sebuah dialog di BEI, Minggu (1/2).
Reformasi ini dikelompokkan dalam empat klaster. Yang paling banyak dibicarakan adalah kenaikan batas minimum free float emiten menjadi 15%, naik dari ketentuan sebelumnya 7,5%. Untuk perusahaan baru IPO, aturan 15% langsung berlaku. Emiten lama akan dapat masa transisi.
Klaster lain fokus pada transparansi, terutama mengungkap ultimate beneficial owner (UBO) dan penguatan data kepemilikan saham yang lebih detail dan andal. Ada juga rencana demutualisasi BEI untuk mengurangi konflik kepentingan.
Penegakan aturan akan diperketat. OJK berkomitmen menindak manipulasi transaksi dan penyebaran informasi menyesatkan. Tata kelola emiten juga akan dikuatkan, misalnya lewat kewajiban pendidikan berkelanjutan bagi direksi dan komisaris.
Dua rencana terakhir berfokus pada sinergi. OJK akan berkolaborasi dengan Kementerian Keuangan, BI, dan stakeholder lain untuk mendalami pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang, serta mengokohkan kolaborasi untuk reformasi berkelanjutan.
Intinya, di balik layar, banyak yang sedang dirapikan. Pasar mungkin cemas hari ini. Tapi bagi yang percaya fundamental, ini bisa jadi justru sebuah kesempatan.
Artikel Terkait
Demutualisasi BEI Mandek, OJK Masih Menunggu Payung Hukum dari Pemerintah
Di Balik Anjloknya IHSG, Investor Asing Justru Borong Rp 654,9 Miliar
Harga Telur dan Cabai Merah Dorong Deflasi di Tiga Provinsi Sumatera
OJK Soroti Aksi Rebalancing Investor di Balik IHSG Anjlok 5%