IHSG Anjlok 4,88%, Pelaku Pasar Malah Soroti Momentum Beli Saham Berkualitas

- Senin, 02 Februari 2026 | 17:12 WIB
IHSG Anjlok 4,88%, Pelaku Pasar Malah Soroti Momentum Beli Saham Berkualitas

Pasar saham Indonesia hari ini, Senin (2/2), masih terperangkap di zona merah. IHSG ditutup anjlok 406,875 poin (4,88%) ke level 7.922,731. LQ45 juga ikut merosot 27,293 poin (3,27%) ke 806,242. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, hanya 58 yang menguat. Sebaliknya, 720 saham melemah dan 36 lainnya stagnan. Suasana pesimis tampak mendominasi.

Namun begitu, respons dari kalangan pelaku pasar justru terbilang tenang. Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara, menilai kondisi ini tak perlu dikhawatirkan berlebihan. Baginya, momen seperti ini justru mengingatkan semua orang untuk kembali melihat fundamental perusahaan.

"Jadi saya sih melihatnya sesuatu yang enggak perlu dikhawatirkan. Kita harus lihat balik ke fundamental, ke valuasi, kita harus membeli juga melihat saham-saham, dan ini bagus lah juga untuk pemikiran buat teman-teman, jangan hanya melihat short-term. Investasi itu harus memikir medium to long-term," jelas Pandu di BEI, Jakarta.

Dia melanjutkan, justru sekarang adalah waktu yang tepat untuk membeli saham-saham berkualitas. Memang, secara umum perdagangan hari ini lesu. Tapi coba lihat dari sisi lain: pembelian oleh investor asing malah menunjukkan tren peningkatan.

"Yang kedua, memang banyak retail melihat nih banyak saham-saham yang kemarin saya bilang uninvestability atau saham-saham yang memang dengan valuasi yang sangat tinggi mengalami koreksi. Tapi kalau dilihat saham-saham yang fundamental itu mengalami malah net buy dan positif," tuturnya.

Pasar Sedang 'Detoks'?

Pandangan serupa datang dari praktisi pasar modal Hans Kwee. Co-Founder PasarDana ini menilai fundamental bursa Indonesia sebenarnya baik. Menurutnya, pelemahan IHSG hari ini lebih karena pasar sedang melakukan 'detoks'.

"IHSG pada Senin ini dibuka melemah, tetapi saham-saham dengan fundamental bagus malah menguat atau diakumulasi," jelas Hans.

Pelemahan itu, katanya, terkonsentrasi pada saham-saham yang terdampak kebijakan MSCI dan upaya percepatan reformasi integritas oleh OJK. "Nampaknya pelaku pasar ritel sedang melakukan market detox dan melakukan penjualan mengantisipasi risiko," ujarnya.


Halaman:

Komentar