Tito Waspadai Tren Naik Inflasi, Fokus Utama ke Harga Pangan

- Selasa, 27 Januari 2026 | 15:30 WIB
Tito Waspadai Tren Naik Inflasi, Fokus Utama ke Harga Pangan

Menjaga harga pangan agar tetap stabil menjadi prioritas pemerintah saat ini. Tujuannya jelas: meredam laju inflasi dan melindungi daya beli masyarakat dari guncangan harga yang tak terkendali.

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, mengakui inflasi nasional sejauh ini masih bisa dikatakan terkendali. Menurutnya, ini berkat koordinasi rutin antara pemerintah pusat dan daerah. Namun begitu, pemerintah tak boleh lengah. Perhatian khusus terus diberikan pada pergerakan harga komoditas-komoditas yang langsung dirasakan oleh rakyat sehari-hari.

"Inflasi ini bisa terkendali karena kita merasakan rapat seperti ini tiap minggu. Dan semua daerah bekerja, semua kementerian bekerja,"

ujar Tito dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/1/2026).

Pernyataan itu disampaikannya dalam sebuah Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi, yang digelar bersamaan dengan evaluasi program perumahan. Rapat itu sendiri berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kemendagri, Jakarta.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Desember 2025 sebesar 2,92 persen secara year on year. Angka itu memang sudah mendekati 3 persen, tapi masih di bawah batas maksimal yang ditetapkan, yaitu 3,5 persen.

Tapi Tito mengingatkan, jika batas itu terlampaui, kelompok berpenghasilan rendah akan paling merasakan dampaknya. Kenaikan harga sembako bakal langsung menghantam kantong mereka.

"Harga beras naik misalnya, harga minyak naik, harga telur naik, daging naik, ikan naik. Itu di kelas yang setiap harinya mendapatkan penghasilan harian, mereka akan sangat terasa sekali kesulitannya,"

tegasnya.

Nah, menariknya, penyumbang inflasi terbesar saat ini justru datang dari harga emas perhiasan, yang ikut naik akibat gejolak pasar global. Lonjakan ini berdampak di mana-mana, tak terkecuali Indonesia.


Halaman:

Komentar