Suasana di Desa Bulan, Manggarai, sempat tegang bukan main Senin lalu. Dua kelompok masyarakat adat, Gendang Bung Leko dan Gendang Bung Kaca, nyaris bentrok. Mereka saling berhadapan, hanya terpisah dua tiga meter, dengan parang di tangan. Penyebabnya klasik tapi selalu berpotensi meledak: sengketa tanah ulayat.
Menurut sejumlah saksi, semuanya berawal dari aktivitas warga di lahan yang jadi rebutan itu. Usai warga Gendang Bung Kaca pulang dari lokasi, kabar itu langsung memicu reaksi dari kubu Gendang Bung Leko. Mereka pun bergerak. Pertemuan di jalur utama desa itu yang kemudian memanas dengan cepat. Kedua kubu saling mengadang, bersiap untuk perang tanding.
Untungnya, aparat kepolisian bersama perangkat desa bergerak cepat. Mereka langsung turun ke lokasi untuk melerai.
“Kami meminta kedua kelompok untuk menahan diri dan kembali ke gendang masing-masing demi menjaga situasi tetap kondusif,” jelas Kapolres Manggarai, AKBP Levi Defriansyah.
Upaya meredakan situasi ternyata melibatkan sebuah aksi yang cukup dramatis. Seorang anggota polisi bahkan dilaporkan berlutut di tengah jalan, memohon dengan sungguh-sungguh agar warga mengurungkan niat untuk bertindak kekerasan. Aksi itu rupanya cukup efektif meredam emosi massa yang sudah memuncak.
Artikel Terkait
Kremlin Bungkam Soal Kabar Pemimpin Iran Dirawat di Moskow
Polisi London Selidiki Seruan Kematian untuk IDF yang Dipimpin Rapper di Aksi Al-Quds Day
Korban Tewas Serangan Israel di Lebanon Capai 886 Jiwa, Termasuk 111 Anak-anak
Pemudik Perlu Tahu, Ini Perbedaan Rest Area Tipe A, B, dan C di Tol