Sabtu lalu, di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, sebuah penandatanganan penting akhirnya dilakukan. Gubernur Andi Sudirman Sulaiman meresmikan kerja sama pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik atau PSEL. Nilainya tak main-main: Rp 3 triliun. Proyek strategis nasional ini rencananya akan dibangun di TPA Antang, Kelurahan Tamangapa, Kota Makassar.
Acara itu tak hanya dihadiri pejabat daerah. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, juga hadir menyaksikan langsung. Program ini diharap jadi solusi nyata untuk persoalan sampah yang selama ini membelit kawasan Mamminasata.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo atas proyek Rp 3 triliun ini,” ujar Andi Sudirman.
“Ini akan menjadi sejarah. Sekaligus solusi sistem persampahan regional untuk Makassar, Gowa, dan Maros,” tambahnya.
Kerja sama ini jelas melibatkan banyak pihak. Turut hadir Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, dan Wakil Bupati Maros Andi Muetazim. Menurut Gubernur, penandatanganan ini adalah bentuk komitmen untuk memastikan pasokan sampah yang akan diolah nanti benar-benar mencukupi.
Dia juga mengungkapkan, pemerintah pusat sudah menjamin kesiapan pasokan sampah sebagai bahan baku. Hal ini penting agar operasional fasilitas ke depannya bisa berjalan lancar dan berkelanjutan.
“Tentu apresiasi untuk Kementerian Lingkungan Hidup yang terus meyakinkan seluruh stakeholder,” kata Andi Sudirman.
“Bahwa PSEL ini adalah solusi bersama, mendukung program ASRI dari Bapak Presiden.”
Di sisi lain, Menteri Hanif Faisol Nurofiq menyatakan dukungan penuhnya. Program PSEL dinilainya sebagai langkah konkret. Beban TPA di tiga daerah Makassar, Maros, Gowa diharapkan bisa berkurang signifikan.
“Di bawah koordinasi Bapak Gubernur dan arahan Bapak Presiden, kami semua mendukung,” jelas Hanif.
“Harapannya, program ini bisa memotong persoalan persampahan di tiga kabupaten/kota itu. Menjadi sistem pemrosesan akhir yang jauh lebih baik.”
Hanif tak lupa memberi apresiasi khusus. Peran aktif Andi Sudirman dalam mengoordinasi pemda dinilai krusial. Gubernur disebut berhasil meyakinkan pemerintah pusat agar proyek ini benar-benar terealisasi di Sulsel.
“Ini murni inisiasi Bapak Presiden Prabowo, karena perhatian beliau terhadap kebersihan,” tegasnya.
“Lalu Pak Gubernur meyakinkan kami. Alhasil, kita bisa menghadirkannya di sini.”
Artikel Terkait
Imigrasi Tunggu Keputusan Polri Sebelum Tindak Selebgram Woodyrman yang Aniaya WNA Brunei hingga Tewas
Jepang dan Filipina Segera Negosiasikan Pakta Berbagi Intelijen Militer di Tengah Ketegangan Laut China
Polda Metro Jaya Buka Layanan Perpanjangan SIM Keliling di Lima Titik Jakarta, Jumat 29 Mei 2026
Jemaah Umrah Rugi Rp78 Juta, Laporkan Hanania Travel ke Polda Metro Jaya