Ketegangan antara Donald Trump dan Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, akhirnya meledak jadi pertikaian terbuka. Dalam beberapa hari terakhir, kedua pemimpin ini saling serang lewat kata-kata. Suasananya memanas.
Semuanya berawal dari pidato Carney di Davos, Selasa lalu. Forum Ekonomi Dunia (WEF) itu jadi panggungnya. Di hadapan para elite global, Carney bicara soal retaknya tatanan dunia. Menurutnya, aturan yang selama ini didiktekan Amerika Serikat mulai goyah. Dia tak menyebut Trump secara langsung, tapi pesannya jelas terdengar.
“Negara-negara berkekuatan menengah seperti kita,” ujar Carney, “harus siap menghadapi realitas baru: agresi dari kekuatan besar.”
Namun begitu, Trump tak tinggal diam. Esok harinya, di forum yang sama, dia balas menyerang. Dengan nada sinis, Trump menyebut Carney sebagai orang yang “tak tahu berterima kasih.”
Artikel Terkait
Kemenkes Angkat Bicara Soal Tren Gas Tertawa: Bisa Berujung Maut
Kemenkes Buka Suara soal Nitrous Oxide Usai Kasus Lula Lahfah
Tiga Golongan yang Dijanjikan Perlindungan Saat Kekacauan Hari Kiamat
Di Balik Dingin yang Menusuk, Atlet Muda Kiev Tetap Melangkah di Aula Senam