Isu kuota haji 2024 kembali memanas. Kali ini, sorotan justru mengarah ke Presiden Joko Widodo. Islah Bahrawi, sahabat dekat mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas, baru-baru ini membuat pengakuan mengejutkan.
Dalam sebuah podcast, Islah menyebut ada indikasi keterlibatan Jokowi dalam pembahasan kuota tambahan haji dengan Arab Saudi. Yang menarik, menurut cerita yang dia dengar langsung dari Gus Yaqut, sang menteri agama justru tak diajak dalam pertemuan krusial itu.
"Kata Gus Yaqut begini ketika itu, bahwa Indonesia mendapatkan kuota tambahan 20.000 dari Muhammad bin Salman. Tapi sampai saat ini saya tidak dilibatkan dalam proses itu," ujar Islah, mengutip perkataan Yaqut.
Lalu, siapa yang diajak presiden? Menurut Islah, Jokowi malah membawa serta Dito Ariotedjo, yang kala itu menjabat Menpora. Belakangan publik tahu, Dito adalah menantu dari Fuad Hasan Masyhur, pemilik biro perjalanan haji ternama Maktour. Fakta ini tentu saja menimbulkan banyak tanya.
Tak cuma Dito. Dalam rombongan itu juga ikut Menteri BUMN Erick Thohir dan Mensetneg Pratikno. Pertemuan dengan Raja Salman bin Abdul-Aziz Al Saud itu sendiri terjadi tahun 2023, membahas penambahan kuota untuk jamaah Indonesia.
Artikel Terkait
Investasi Jawa Barat Tembus Rp 296,8 Triliun, Lampaui Target di 2025
Jejak Digital Fufufafa dan Chilipari: Benang Merah yang Mengarah ke Gibran?
Demokrasi di Ujung Tangan: Ketika Suara Rakyat Hanya Ditakar dari Beras dan Minyak
Lamongan Diperpanjang Status Tanggap Darurat, Genangan Air Belum Surut di Enam Kecamatan