Jakarta - PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) mencatatkan tahun 2025 yang cukup gemilang. Bagaimana tidak? Laba bersih perseroan melonjak lebih dari dua kali lipat, didorong oleh performa penjualan yang solid.
Laporan keuangan per akhir Desember 2025 menunjukkan, penjualan bersih SMAR menyentuh angka Rp86,94 triliun. Angka ini tumbuh 10,28% dibandingkan realisasi tahun 2024 yang sebesar Rp78,83 triliun.
Jika dirinci, kontribusi datang dari penjualan domestik produk kelapa sawit dan usaha lain sebesar Rp46,04 triliun. Sementara itu, ekspor menyumbang Rp40,9 triliun. Jadi, bisa dibilang porsinya hampir berimbang.
Nah, yang menarik, lebih dari sepertiga penjualan bersih SMAR tepatnya 33,28% berasal dari transaksi dengan Golden Agri International Pte. Ltd. (GAI). Menurut laporan, penjualan ke GAI ini masuk dalam segmen operasi untuk integrasi usaha produk konsumen dan aktivitas perdagangan.
Namun begitu, di balik lonjakan pendapatan, beban perusahaan juga ikut membesar. Beban pokok penjualan, misalnya, membengkak dari Rp70,82 triliun di 2024 menjadi Rp76,73 triliun setahun kemudian.
Belum lagi beban lainnya. Ada beban usaha sebesar Rp6,62 triliun, lalu beban bunga dan keuangan lain-lain sekitar Rp1,04 triliun. Pajak yang harus ditanggung pun tak sedikit, mencapai Rp718,08 miliar.
Di sisi lain, tingginya realisasi penjualan ekspor dan harga CPO ternyata punya konsekuensi. SMAR harus merogoh kocek Rp2,68 triliun untuk membayar bea keluar dan berbagai pungutan pada tahun tersebut.
Tapi semua beban itu ternyata masih kalah dengan pendapatan yang masuk. Alhasil, laba bersih yang bisa diatribusikan ke pemilik entitas induk mencapai Rp2,58 triliun. Ini luar biasa lonjakannya sampai 102,19% dari posisi Rp1,27 triliun di tahun sebelumnya.
Posisi keuangan per akhir 2025 pun terlihat kuat. Total aset perusahaan terkumpul Rp45,2 triliun. Di sisi liabilitas, angkanya Rp22,76 triliun, sementara ekuitasnya berada di level Rp22,43 triliun.
Artikel Terkait
Pimpinan DPR Gelar Makan Siang di Kantin Demokrasi, Bahas Persatuan di Tengah Geopolitik Global
Iran Buka Selat Hormuz, Ancam Balas Jika Blokade AS Berlanjut
Menteri Keuangan: IMF dan Bank Dunia Percaya Ekonomi Indonesia Bergerak ke Arah yang Benar
Unpad Gelar Workshop Robotik untuk Siapkan Mahasiswa Hadapi Industri