Nah, di sisi lain, Islah juga mengungkap niatan Yaqut untuk bersaksi di hadapan Pansus Haji DPR. Rencananya, dia mau menjelaskan soal pembagian kuota tambahan 20.000 itu yang dinilai banyak pihak janggal. Tapi niat itu urung.
Kenapa? Rupanya, rencana itu dicegah. Menurut Islah, Presiden Jokowi menugaskan Yaqut untuk menggantikan Menhan Prabowo Subianto menghadiri konferensi di Prancis. Awalnya cuma tiga hari, tapi tiba-tiba diperpanjang jadi hampir sebulan.
"Putar-putar di Eropa, karena dia belum dapat sinyal untuk segera kembali. Karena kalau dia kembali, dia tetap akan dipanggil oleh Pansus," jelas Islah.
Cerita ini, tentu saja, menambah panjang daftar pertanyaan seputar transparansi pengelolaan haji. Apalagi dengan posisi-posisi strategis yang terlibat. Publik kini menunggu klarifikasi lebih lanjut dari pihak-pihak yang disebutkan.
Artikel Terkait
Restorative Justice Diusulkan untuk Kasus Ijazah Palsu yang Libatkan Nama Jokowi
Saldo JakLingko Ludes Dicuri, Pelaku Berdalih Butuh Uang Beli Susu Anak
Medali Nobel Perdamaian Machado Berlabuh di Tangan Trump
Kiai Eko Tuding Bencana Aceh Sebagai Laknat, Warganet Geram