Nah, di sisi lain, Islah juga mengungkap niatan Yaqut untuk bersaksi di hadapan Pansus Haji DPR. Rencananya, dia mau menjelaskan soal pembagian kuota tambahan 20.000 itu yang dinilai banyak pihak janggal. Tapi niat itu urung.
Kenapa? Rupanya, rencana itu dicegah. Menurut Islah, Presiden Jokowi menugaskan Yaqut untuk menggantikan Menhan Prabowo Subianto menghadiri konferensi di Prancis. Awalnya cuma tiga hari, tapi tiba-tiba diperpanjang jadi hampir sebulan.
"Putar-putar di Eropa, karena dia belum dapat sinyal untuk segera kembali. Karena kalau dia kembali, dia tetap akan dipanggil oleh Pansus," jelas Islah.
Cerita ini, tentu saja, menambah panjang daftar pertanyaan seputar transparansi pengelolaan haji. Apalagi dengan posisi-posisi strategis yang terlibat. Publik kini menunggu klarifikasi lebih lanjut dari pihak-pihak yang disebutkan.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Maluku Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Istri TNI Bantu Packing, Unggah Momen Haru Jelang Misi Gaza
Real Madrid Tumbang di Bernabéu, Getafe Menang Tipis 1-0
Kekalahan Telak PSM Makassar Picu Aksi Suporter Turun ke Lapangan