Malam itu di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, berakhir dengan kepahitan bagi PSM Makassar. Tim kebanggaan Sulawesi Selatan itu tumbang dengan skor telak 2-4 dari Persita Tangerang pada laga pekan ke-24 Liga 1, Senin (2/3/2026) lalu. Kekalahan di kandang sendiri ini, tentu saja, buntutnya panjang.
Yang terjadi usai peluit panjang benar-benar mencerminkan luapan kekecewaan. Sejumlah suporter, tak tahan lagi, menerobos masuk ke lapangan. Mereka mendatangi para pemain dan ofisial tim. Suasana sempat memanas. Menurut sejumlah saksi, asap dari flare terlihat mengepul di sekitar gawang, menambah nuansa mencekam di stadion. Untungnya, petugas keamanan bergerak cepat. Situasi bisa dikendalikan tanpa ada korban serius yang dilaporkan.
Namun begitu, insiden ini berisiko. Regulasi Liga 1 jelas melarang aksi turun ke lapangan. PSM bisa saja terancam sanksi dari operator kompetisi.
Performanya Jeblok, Pertahanan Bolong
Di atas lapangan, masalahnya terlihat jelas. Tampil di depan pendukung sendiri, PSM justru tampak limbung. Lini pertahanan mereka, yang belakangan ini memang rapuh, bobol empat kali. Persita dengan percaya diri memanfaatkan setiap celah. Padahal, julukan Juku Eja dulu ditakuti. Kini, mereka seperti kehilangan cakar.
Ini bukan kekalahan sekali tembak. Sudah lima laga berjalan, dan hasilnya suram: empat kali kalah dan sekali imbang. Sebelum bentrok dengan Persita, mereka juga takluk dari Persebaya, Persija Jakarta, dan Dewa United. Tren negatif yang mengkhawatirkan.
Klasemen Makin Menyesakkan
Dampaknya di klasemen langsung terasa. PSM kini terpaku di peringkat 13 dengan 23 poin. Gol yang dicetak 26, tapi kebobolan sudah 31 kali. Angka-angka itu bicara.
Yang bikin deg-degan, jarak dengan zona degradasi sangat tipis. Cuma selisih lima poin. Di bawah mereka, persaingan juga ketat: Madura United (20 poin), Persijap Jepara (19), PSBS Biak (18), lalu Persis Solo dan Semen Padang sama-sama mengumpulkan 16 poin. Satu dua kekalahan lagi, posisi bisa langsung terperosok.
Sebaliknya, bagi Persita, kemenangan ini adalah angin segar. Mereka melonjak ke posisi keenam dengan 38 poin, makin mantap untuk membidik papan atas.
Tekanan sekarang sepenuhnya ada di pundak skuat asuhan pelatih PSM. Ancaman degradasi bukan lagi omong kosong. Itu nyata. Jika performa buruk ini berlanjut, mimpi buruk di akhir musim bukan hal yang mustahil. Waktunya berbenah tinggal sedikit. Para suporter sudah menunjukkan batas kesabaran mereka.
Artikel Terkait
Sidang Pailit PSM Ditunda, Manajemen Klub Absen di Pengadilan Niaga Makassar
BMKG Prediksi Cuaca Cerah Berawan di Makassar Sepanjang 18 April 2026
Diskominfo Tebing Tinggi Digeledah Polda Sumut Usai OTT Pejabat
Masyarakat Sipil Temui KWI, Soroti Krisis Moral dan Hukum dalam Tata Kelola Negara