Selamat datang dalam ringkasan berita pilihan kami dari berbagai belahan dunia dalam 24 jam terakhir. Mari kita mulai dari tanah air.
Gunung Semeru Meletus Kembali
Gunung Semeru mengamuk lagi. Rabu kemarin, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu memuntahkan abu vulkanis setinggi 5,6 kilometer ke angkasa sekitar dua kilometer lebih tinggi dari puncaknya sendiri. Pemerintah langsung menaikkan status ancaman ke level tertinggi. Menurut keterangan resmi, awan panas campuran batuan, lava, dan gas sudah meluncur sejauh 7 kilometer menuruni lereng sejak siang hingga sore hari. Beberapa desa pun tertutup abu tebal. Syukurlah, belum ada laporan korban jiwa.
Di sisi lain, Pusat Peringatan Abu Vulkanik (VAAC) di Australia sempat mengeluarkan peringatan untuk penerbangan. Tapi anehnya, tidak satu pun rute dari Australia ke Bandara Denpasar yang dibatalkan. Sepertinya dampaknya masih bisa diatasi.
Gaza Kembali Berduka
Di Gaza, situasinya jauh lebih mencekam. Setidaknya 25 warga Palestina dilaporkan tewas dalam empat serangan udara Israel yang terpisah. Menurut petugas medis di lapangan, 10 korban jatuh di Zeitoun, pinggiran Kota Gaza. Dua lainnya di Shejaia, timur kota. Sisanya tewas dalam dua serangan terpisah di Khan Younis, wilayah selatan Jalur Gaza.
Militer Israel membenarkan serangan itu. Mereka menyebut pasukan mereka menyerang target-target Hamas yang sebelumnya menembaki posisi tentara Israel sebuah langkah yang dianggap melanggar gencatan senjata hampir enam minggu. Tidak ada korba di pihak Israel. Namun begitu, serangan di Gaza ini terjadi bersamaan dengan eskalasi serangan Israel di Lebanon selatan, yang menewaskan sedikitnya satu orang pada Rabu waktu setempat.
Ukraina Diserbu Drone dan Rudal Rusia
Sementara di Ukraina, serangan besar-besaran Rusia lewat drone dan rudal menewaskan 25 orang dan melukai 73 lainnya di sebuah kota di barat negara itu. Angka yang cukup mengerikan. Angkatan udara Kyiv melaporkan, Rusia melepaskan 476 drone dan 48 rudal berbagai jenis dalam semalam.
Di tengah situasi genting itu, Presiden Zelenskyy masih berupaya mencari dukungan. Kemarin malam dia bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Upaya diplomatiknya jelas: mengisolasi Putin dan meningkatkan tekanan internasional. Tapi sejauh ini, Putin tampaknya belum mau berkompromi. Tekanan dari AS pun sepertinya belum cukup menggoyahkannya.
Kebakaran Hebat Landa Jepang
Berita terakhir datang dari Jepang. Sebuah kebakaran dahsyat melanda kawasan permukiman di kota Oita, menewaskan satu orang dan menghanguskan 170 bangunan. Ini disebut-sebut sebagai kebakaran perkotaan terbesar di Jepang dalam hampir 50 tahun terakhir.
Api masih belum sepenuhnya padam. Petugas pemadam kebakaran masih berjuang keras, terutama karena apinya sudah menjalar ke gunung berhutan di dekatnya. Mereka mengerahkan helikopter militer dan unit darat untuk mengatasi kobaran api yang sudah melahap 48.900 meter persegi sekitar tujuh lapangan sepak bola.
Menurut siaran NHK, kombinasi faktor memperparah kebakaran ini: curah hujan rendah, udara kering, plus rumah-rumah kayu yang sangat padat di daerah itu. Benar-benar kondisi yang sulit.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp40 Ribu per Gram, Tren Positif Berlanjut
PAM JAYA Bagikan 150 Toren Air Gratis ke Warga Kalideres
Kemensos Salurkan Bantuan Rp 2,5 Triliun untuk Korban Bencana di Tiga Provinsi
Menlu RI Tegaskan Dukungan Nyata untuk Palestina di Sidang Dewan HAM PBB