Sebuah serangan udara yang dilancarkan militer Israel di Lebanon selatan pada Sabtu, 30 Mei 2026, merenggut nyawa sembilan pengungsi Suriah yang berasal dari satu keluarga. Seluruh korban tewas setelah pesawat tempur Israel menghantam sebuah rumah warga di kota Adloun, tidak jauh dari Kota Sidon (Saida), yang saat itu dihuni oleh warga sipil.
Kantor berita resmi Lebanon, National News Agency (NNA), melaporkan bahwa rumah yang menjadi sasaran serangan tersebut merupakan tempat tinggal bagi keluarga pengungsi. Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon, sebagaimana dikutip dari media internasional pada Minggu, 31 Mei 2026, mengonfirmasi bahwa seluruh jenazah yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan berasal dari satu keluarga yang sama. Dari sembilan korban jiwa, enam di antaranya adalah anak-anak.
Peristiwa ini terjadi di tengah masa gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang mulai berlaku pada 17 April lalu. Kesepakatan tersebut kemudian diperpanjang selama 45 hari terhitung sejak 17 Mei, setelah serangkaian perundingan tidak langsung yang dimediasi oleh Amerika Serikat. Namun, meskipun gencatan senjata telah disepakati, Israel dilaporkan masih melanjutkan operasi militernya di sejumlah wilayah Lebanon selatan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari militer Israel mengenai serangan terbaru di Adloun maupun identitas target yang dimaksud dalam operasi tersebut. Ketegangan di perbatasan Israel-Lebanon terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir, memicu kekhawatiran akan bertambahnya korban sipil dan semakin memburuknya kondisi kemanusiaan di kawasan tersebut.
Artikel Terkait
Polisi Amankan Pria Diduga Pemalak Pengendara Mobil Berpelat B di Dago Atas Usai Euforia Juara Persib
Veda Ega Pratama Start ke-13 di Moto3 Italia, Target Poin Kedelapan di Mugello
Juni 2026 Dipadati Dua Libur Nasional dan Rangkaian Peringatan Penting
40.552 Ketupat Dibagikan Gratis di Festival Ketupat Telaga Kodok, Simbol Kebersamaan Warga Maluku