Suasana haru terasa dalam sebuah video pendek di TikTok. Akun @clodhiaayaa mengunggah momen di mana ia membantu sang suami, seorang anggota TNI, mempersiapkan perlengkapan untuk misi ke Gaza. "Ternyata sudah di fase bantu suami packing perlengkapan siap (ke) Gaza," tulisnya dalam unggahan yang beredar Senin lalu.
Ruang tamu mereka dipenuhi tiga tas besar. Salah satunya sudah terisi rapi, dengan sebuah helm diletakkan di atasnya. Dalam video itu, pasangan tersebut terlihat sibuk melipat dan memasukkan berbagai pakaian, termasuk seragam loreng militer. Rasanya berat.
"Packing sambil tahan kesedihan," begitulah caption yang menyertainya, dilengkapi emotikon menangis dan tagar seperti Gaza dan Suamiku. Unggahan sederhana ini ternyata menyentuh banyak hati. Hingga kini, videonya telah ditonton lebih dari 440 ribu kali dan mendapat puluhan ribu like. Komentarnya pun membludak, mencapai lebih dari dua ribu.
Banyak warganet yang memberikan dukungan dan doa.
"Semangat yaa kka. Salut sma TNI siap dalam keadaan apa pun. Siap untuk situasi apa pun yg terjadi di depan. Pokoknya harus pulang dengan selamat ya. Yg sabar ya untuk istrinya," tulis akun @mamavin__, mewakili rasa kagum dan harapan banyak orang.
Di sisi lain, persiapan misi perdamaian ini sendiri memang sedang berjalan. Berdasarkan rapat yang digelar pertengahan Februari lalu, TNI telah menyusun timeline ketat untuk 8.000 personel yang akan ditugaskan. Fokus saat ini adalah pemeriksaan kesehatan menyeluruh dan urusan administrasi. Tak lupa, pengecekan kelengkapan logistik dan peralatan.
Brigjen Donny Pramono, selaku Kadispenad, menjelaskan targetnya. Awal April nanti, seribu personel pertama diharapkan sudah siap diberangkatkan kapan saja. Lalu, pada akhir Juni, seluruh elemen pasukan yang berjumlah 8.000 orang ditargetkan telah mencapai status siap berangkat.
Namun begitu, semua rencana ini masih menunggu lampu hijau dari pucuk pimpinan.
"Rencana pengiriman sekitar 8.000 personel ini masih dalam tahap persiapan dan sepenuhnya menunggu keputusan Presiden RI (Prabowo Subianto) selaku pemegang keputusan politik negara," tegas Donny dalam pernyataannya, Senin 16 Februari.
Jadi, sementara timeline kerja terus berjalan di tingkat teknis, keputusan akhirnya masih ada di atas meja. Dan di sebuah rumah, seorang istri menyaksikan tas-tas suaminya terisi penuh, berharap ia pulang dengan selamat.
Artikel Terkait
Sidang Pailit PSM Ditunda, Manajemen Klub Absen di Pengadilan Niaga Makassar
BMKG Prediksi Cuaca Cerah Berawan di Makassar Sepanjang 18 April 2026
Diskominfo Tebing Tinggi Digeledah Polda Sumut Usai OTT Pejabat
Masyarakat Sipil Temui KWI, Soroti Krisis Moral dan Hukum dalam Tata Kelola Negara