Kematian Khamenei dan Pencarian Penerus yang Tak Terelakkan
Ayatollah Ali Khamenei tewas. Berita ini mengguncang dunia, hasil dari serangan gabungan yang dilancarkan AS dan Israel. Kini, pertanyaan besar menggantung di Teheran: siapa yang akan menggantikan sang pemimpin tertinggi itu?
Menurut laporan dari Al-Jazeera dan CNN, rezim ulama Iran sedang berada di titik kritis. Mereka harus mencari pengganti untuk figur yang telah memimpin dengan cara keras selama hampir empat puluh tahun. Masalahnya, tidak ada penerus resmi yang pernah diumumkan. Kekosongan kekuasaan ini menciptakan situasi yang benar-benar genting.
Nah, tugas berat itu jatuh ke pundak Majelis Pakar. Badan ini beranggotakan 88 ulama senior. Mereka punya wewenang penuh untuk memilih pemimpin baru. Sebenarnya, ini adalah kali kedua mereka menjalankan fungsi langka ini. Terakhir kali adalah lebih dari tiga dekade silam, saat mereka memilih Khamenei dengan tergesa-gesa setelah Ayatollah Khomeini wafat.
Pemerintah Iran tentu saja ingin terlihat cepat dan solid. Mereka butuh menunjukkan stabilitas. Untuk itu, para anggota majelis kemungkinan akan segera berkumpul. Mereka akan berembuk, mendiskusikan nama-nama calon yang dianggap layak sebelum akhirnya menentukan pilihan.
Artikel Terkait
DPR Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret Lindungi WNI dan Perkuat Diplomasi di Tengah Eskalasi Timur Tengah
Persis Solo Tekuk Persik Kediri 2-1, Peluang Bertahan di Liga 1 Masih Terbuka
Iran Sambut Positif Niat Prabowo Jadi Mediator di Timur Tengah
Kematian Khamenei Picu Perebutan Suksesi di Iran, Majelis Pakar Berhadapan dengan Ancaman dan Intrik