New York: Pasar saham AS ditutup melemah pada Selasa (3/3/2026). Meski demikian, kerugiannya tak separah yang sempat terjadi di tengah sesi. Ketegangan di Timur Tengah yang kian meluas jadi biang keladinya, bikin investor was-was akan prospek pertumbuhan ekonomi. Sektor ritel sendiri sempat jadi sorotan setelah beberapa perusahaan melaporkan hasil yang cukup bagus.
Indeks S&P 500 akhirnya turun 0,9% ke level 6.817,13. Padahal, sebelumnya indeks acuan itu sempat terperosok hingga 2,5%. NASDAQ Composite, yang dipenuhi saham teknologi, kehilangan 1% menjadi 22.516,69 poin. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average merosot 0,8% ke 48.501,27 poin.
Mark Luschini, Kepala Strategi Investasi di Janney Montgomery Scott, memberi komentar pada Investing.com.
"Level support S&P 500 di sekitar 6.780 tampaknya bertahan hari ini, tapi ini masih sementara. Kalau sampai tembus di bawah sana, kemungkinan penurunannya akan lebih dalam. Jadi, pendekatan terbaik sekarang mungkin tetap pegang posisi beli, tapi dengan hati-hati," ujarnya.
Sentimen Tertekan oleh Bayang-bayang Inflasi
Suasana hati pasar memang memburuk. Padahal, perdagangan Senin kemarin masih ditutup positif. Pemicunya jelas: konflik di Timur Tengah makin panas. Drone Iran dilaporkan menghantam Kedubes AS di Riyadh. Pusat data Amazon di UEA dan Bahrain juga tak luput dari serangan. Ini semua disebut sebagai balasan Iran.
Sebagai bentuk antisipasi, Departemen Luar Negeri AS pada Selasa memerintahkan evakuasi personel pemerintah dan keluarganya yang tidak mendesak dari Bahrain, Irak, dan Yordania.
Semua ini berawal dari serangan udara AS dan Israel ke Teheran akhir pekan lalu, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Iran dan sekutunya, Hizbullah, pun membalas. Konflik pun merembet, menyeret kawasan Teluk yang lebih luas ke dalam ketegangan.
Dalam penampilan publik pertamanya sejak serangan dimulai, Presiden Donald Trump berbicara.
"Kita sudah jauh lebih maju dari proyeksi waktu kita," katanya, sambil menambahkan, "kapan pun waktunya, tidak apa-apa."
Artikel Terkait
Qatar Tegaskan Tak Terlibat dalam Serangan ke Iran, Hanya Bertindak Defensif
Serangan Drone Iran di Riyadh Diduga Juga Targetkan Fasilitas CIA
DPR Minta Pemerintah Antisipasi Nasib 58.000 Jamaah Umrah di Tengah Konflik Timur Tengah
Mantan Menlu Hassan Wirajuda Soroti Syarat Kunci Mediasi Indonesia di Konflik Iran-AS