"Ini kita tahu bahwa per hari ini sudah hampir mendekati 3 juta rupiah per gram,"
ucap Tito.
Selain emas, sektor lain seperti makanan-minuman, transportasi, dan perawatan pribadi juga mendorong kenaikan harga. Faktor musiman seperti lonjakan permintaan saat Natal dan Tahun Baru turut berperan.
Di sisi lain, Tito menegaskan strategi pemerintah tak cuma melihat angka statis. Arah tren jauh lebih penting untuk diwaspadai. Dibanding November 2025, tren inflasi nasional di Desember memang menunjukkan kenaikan tipis, dari 2,72 persen menjadi 2,92 persen.
"Artinya tren naik. Nah, ini kita harus hati-hati,"
paparnya.
Melihat tren ini, fokus pemerintah akan diarahkan pada komoditas yang paling dirasakan masyarakat, terutama pangan. Soalnya, harga emas di pasar dunia sulit untuk dibendung.
"Karena emas perhiasan kita tidak bisa bendung, inilah harga dunia, maka kita harus bermain di faktor yang lain, yang angka nomor 1 sampai nomor 10. Terutama makanan yang terasa oleh masyarakat itu adalah makanan, minuman, itu nomor 1,"
pungkasnya.
Artikel Terkait
100 Kilogram Sabu Digagalkan BNN di Aceh Timur, Satu Tersangka Diamankan
Adies Kadir Ditunjuk Gantikan Hakim MK yang Mundur
Ahok Bercanda Soal Berat Badan di Tengah Sidang Korupsi Pertamina
Investasi Banten Tembus Rp130 Triliun, Wagub: Jangan Diganggu, Kita Sedang Merayu Investor