Setiap tahun, momen Ramadan dan Lebaran selalu diwarnai kekhawatiran soal kelancaran pasokan energi. Nah, tahun ini, pemerintah kembali mengandalkan Satgas Ramadan dan Idulfitri untuk mengatasi hal itu. Satgas yang dioperasikan oleh Pertamina ini dinilai sebagai langkah yang tepat, sehingga masyarakat diharapkan tak perlu panik.
Menurut Niti Emiliana dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), inisiatif ini patut diapresiasi.
"Kami menilai pembentukan Satgas Ramadan dan Idulfitri ini sudah bagus. Ini langkah positif dari pemerintah melalui Pertamina," ujarnya, Senin lalu.
Satgas sendiri sudah mulai bekerja sejak 9 Maret dan akan bertugas hingga awal April nanti. Jangkauannya nasional, dengan misi utama menjamin stok dan distribusi BBM serta LPG tetap lancar. Bagi Niti, karena ini agenda rutin, Pertamina pasti sudah punya persiapan matang. Dia yakin, seperti tahun-tahun sebelumnya, stok untuk masyarakat bisa terjaga dengan baik.
Persiapan ini memang krusial. Bayangkan saja, momentum mudik Lebaran pasti memicu lonjakan mobilitas dan aktivitas ekonomi secara signifikan. Di sisi lain, kehadiran satgas juga berfungsi sebagai "penenang" yang mencegah kepanikan berlebihan di masyarakat.
"Dalam kondisi ini, konsumsi BBM dan LPG tentu meningkat drastis. Makanya, Pertamina juga harus bersiap," tegas Niti.
Dia memberi contoh kesiapan Pertamina yang menyiagakan ribuan SPBU dan agen LPG. Langkah itu, dalam pandangannya, vital untuk menjaga kelancaran arus mudik dan balik nanti. Apalagi, banyak dari titik layanan itu harus beroperasi 24 jam penuh.
"Dari sisi perlindungan konsumen, ini bentuk antisipasi untuk memastikan keandalan pasokan dan stabilitas distribusi," jelasnya.
Namun begitu, Niti punya beberapa catatan. Pertama, distribusi harus benar-benar merata, khususnya di titik-titik jalur mudik yang padat. Kedua, pengawasan kualitas dan takaran wajib dilakukan secara ketat dan berkala.
"Dan ketiga, Pertamina harus selalu siap menanggapi aduan konsumen. Solusi harus dicari sesegera mungkin," tambahnya.
Lebih jauh, dia berharap ketahanan energi tidak hanya dijaga untuk momen seasonal seperti Lebaran. Dalam kondisi geopolitik yang fluktuatif seperti sekarang, upaya berkelanjutan mutlak diperlukan.
Selain soal pasokan, Niti juga menyoroti layanan pendukung seperti Serambi MyPertamina. Menurutnya, fasilitas ini sudah memberikan pengalaman yang cukup positif bagi pemudik.
Dengan 43 titik yang tersebar di rest area, bandara, hingga stasiun, layanan ini disebutnya istimewa.
"Mengapa istimewa? Pemudik bisa istirahat sambil menikmati musola, mini klinik, area bermain anak, bahkan makan minum gratis dan tukang cukur," papar Niti.
Sebagai informasi, untuk mengamankan momen tahun ini, Pertamina tak main-main. Mereka menyiagakan ribuan titik layanan: mulai dari hampir 8.000 SPBU, ribuan agen LPG dan pertashop, hingga ratusan unit mobil tangki dan Motorist BBM yang siap standby. Semua demi satu tujuan: distribusi energi yang lancar dari awal Ramadan hingga usainya Lebaran.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun