Yang menarik, rencana ekspor ini kemungkinan nggak cuma berhenti saat musim haji. Febby melihat peluang kerja sama dengan jasa boga atau katering di Arab Saudi yang melayani jemaah umrah asal Indonesia. Artinya, pengiriman beras bisa berlangsung lebih rutin.
Dia menegaskan, jenis beras yang akan dikirim pun bukan sembarangan. Pasar di sana punya selera tinggi.
"Untuk nanti kita bisa ekspor ke sana dengan yang premium tadi. Karena memang preferensi di sana itu preferensi beras premium dan super premium," pungkasnya.
Jadi, selain untuk memenuhi kebutuhan spiritual, ini juga jadi momentum untuk mengenalkan kualitas beras premium Indonesia di pasar Timur Tengah. Sebuah langkah strategis, tentunya.
Artikel Terkait
CP Prima Catat Laba Bersih Rp424 Miliar, Naik 32% pada 2025
Laba Bersih INKP dan TKIM Berjalan Berbeda Meski Penjualan Sama-Sama Turun Tipis
Kementerian Pertanian Siapkan Rp9,5 Triliun untuk Hilirisasi 7 Komoditas Andalan
Harga CPO Menguat Pekan Ketiga, Didukung Konflik Timur Tengah dan Harga Energi