Dia menjelaskan, tujuan utama kebijakan ini sebenarnya untuk menambah likuiditas di pasar modal. Tapi, niatnya bukan asal masuk. Purbaya tampaknya cukup hati-hati. Dia ingin penempatan dana itu fokus ke saham-saham yang solid, terutama yang masuk dalam indeks LQ45.
"Kita harapkan manipulasi pasar yang berlebihan atau goreng-gorengan bisa dikurangi semaksimal mungkin. Jadi saya enggak mau melepaskan asuransi ke pasar yang manipulasi. Itu akan diperbaiki semuanya," lanjut dia.
Jadi, skemanya jelas. Iya, batas investasi dinaikkan. Tapi sekaligus dibatasi koridornya. "Kita akan bebaskan lagi ke 20 persen, tapi di saham-saham yang tidak goreng-gorengan. Mungkin untuk pertama kita batasi di LQ45," tambah Menkeu. Langkah ini diharapkan bisa menciptakan pasar yang lebih sehat, sekaligus menjawab kekhawatiran investor global.
Artikel Terkait
BEI Buka Suara: Saham Gorengan Bukan Soal Jenis, Tapi Aksi Manipulasi
Medela Potentia Pacu Ekspansi Digital, Genjot Akses Kesehatan Lewat GoApotik
Tantangan Pertama Friderica Widyasari Dewi: 7 Agenda Prioritas di Pucuk Pimpinan OJK
Beras Premium Indonesia Siap Temani Jemaah Haji di Tanah Suci