Kurir COD Babak Belur Dikeroyok di Cianjur, Hanya Karena Titip Uang

- Minggu, 01 Februari 2026 | 16:12 WIB
Kurir COD Babak Belur Dikeroyok di Cianjur, Hanya Karena Titip Uang
Insiden Pengeroyokan Kurir di Cianjur

Kurir COD Luka Parah Dikeroyok di Cianjur, Bermula dari Kesalahpahaman

Seorang kurir paket bernama Abdul Qudus (24) harus dilarikan ke rumah sakit dengan luka parah di kepalanya. Ia menjadi korban pengeroyokan di Kampung Cinangka, Desa Mekarmulya, Cianjur, Jawa Barat. Kejadian ini, kata polisi, berawal dari hal yang sepele: sistem pembayaran COD.

Menurut Kapolsek Tanggeung, AKP Dedi Suryaman, saat itu Abdul mengantarkan paket dengan sistem bayar di tempat. Namun, si pemesan alias pelaku ternyata sedang tidak ada di rumah. Nah, di sinilah masalah mulai muncul.

"Korban mengingatkan, kalau sedang tidak ada di rumah, sebaiknya uangnya dititipkan saja supaya paket bisa diterima," kata Dedi kepada para wartawan.

Ucapan itu rupanya membuat pelaku tersinggung. Bukannya klarifikasi, yang terjadi justru sebaliknya. Tak lama setelah percakapan itu, pelaku bersama empat orang lainnya mendatangi Abdul Qudus. Situasi langsung memanas.

"Mereka langsung menghajar korban," jelas Dedi. "Tanpa ada dialog atau minta penjelasan lebih dulu."

Akibatnya sungguh parah. Abdul mengalami cedera serius di bagian pelipis kepalanya dan harus segera mendapat perawatan medis intensif. Ia sudah menjalani visum dan melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib. Sampai saat ini, penyidik masih mengumpulkan bukti dan mendalami motif persisnya.

Di sisi lain, Dedi Suryaman mengajak masyarakat untuk bisa menahan emosi. Menurutnya, banyak masalah bisa diselesaikan dengan kepala dingin dan cara yang sopan.

"Kami sudah ambil keterangan dari saksi-saksi. Yang penting, kita jaga bersama suasana agar tetap kondusif," pungkasnya.

Insiden ini menyisakan tanda tanya besar. Bagaimana sebuah pesan singkat dari kurir bisa berujung pada kekerasan brutal? Sungguh ironis, di era yang katanya serba terhubung ini, komunikasi malah seringkali putus di tengah jalan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler