Kedatangan yang Penuh Duka: Purwanto Pulang Menyambut Jenazah Putra Tercinta

- Minggu, 01 Februari 2026 | 16:20 WIB
Kedatangan yang Penuh Duka: Purwanto Pulang Menyambut Jenazah Putra Tercinta

Tangis haru dan duka menyambut kedatangan Purwanto di Karanggede, Boyolali. Dia baru saja turun dari mobil setelah perjalanan jauh dari Kalimantan, tempatnya merantau membuka usaha kedai sate. Isak tangis keluarga yang sudah menunggu pecah begitu dia tiba. Suasana pilu langsung menyergap.

Kehadirannya di rumah duka itu sekitar pukul 11.45 WIB, Jumat siang. Purwanto tidak sendirian. Beberapa orang, termasuk kakak perempuannya dan seorang sahabat dekat, turut mendampingi dalam momen berat ini. Mereka semua tampak hancur.

“Selain Purwanto, ada juga kakak perempuannya dan seorang teman dekatnya,” jelas Ngatirin, kakak dari sang istri, Daryanti.

Suara tangisan sebenarnya sudah terdengar dari dalam mobil, bahkan sebelum pintu terbuka. Satu per satu mereka turun dengan langkah gontai, air mata tak terbendung. Kerabat yang menunggu segera memapah mereka, menuntun langkah ke garasi rumah. Di sanalah, jenazah bocah lelaki berusia enam tahun, AO, disemayamkan. Sementara bagian lain rumah masih dikepung garis polisi, mengingatkan pada tragedi mengerikan yang baru saja terjadi.

Purwanto dan kakaknya tampak benar-benar remuk. Mereka terus-menerus menyeka air mata yang tak henti mengalir. Pelayat lain yang hadir pun ikut terbawa, suasana haru itu begitu menular.

Peristiwa nahas ini sendiri terjadi sehari sebelumnya, Kamis sore sekitar pukul 15.45 WIB. Aksi perampokan yang sungguh sadis itu menewaskan anak kedua Purwanto, AO, dan melukai sang istri, Daryanti (34). Saat ditemukan, Daryanti terbaring lemah dengan luka-luka dan darah yang menggenang. Sebuah keluarga yang hancur berantakan oleh sebuah aksi brutal.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar