Tangis haru dan duka menyambut kedatangan Purwanto di Karanggede, Boyolali. Dia baru saja turun dari mobil setelah perjalanan jauh dari Kalimantan, tempatnya merantau membuka usaha kedai sate. Isak tangis keluarga yang sudah menunggu pecah begitu dia tiba. Suasana pilu langsung menyergap.
Kehadirannya di rumah duka itu sekitar pukul 11.45 WIB, Jumat siang. Purwanto tidak sendirian. Beberapa orang, termasuk kakak perempuannya dan seorang sahabat dekat, turut mendampingi dalam momen berat ini. Mereka semua tampak hancur.
“Selain Purwanto, ada juga kakak perempuannya dan seorang teman dekatnya,” jelas Ngatirin, kakak dari sang istri, Daryanti.
Artikel Terkait
Pemimpin Tertinggi Iran Klaim AS dan Israel Alami Kekalahan di Pesan Nowruz
Semarang Tawarkan Oase Kopi dengan 50 Varian untuk Pemudik Lelah
Conte: Posisi Kedua Napoli di Tengah Krisis adalah Pencapaian Luar Biasa
Remaja Cianjur Diamankan Saat Takbiran Keliling Bawa Miras Oplosan