Pertemuan di rumah dinas Presiden di kawasan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat petang lalu, rupanya menyimpan pembicaraan yang cukup serius. Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, yang hadir dalam pertemuan itu, membuka sedikit tabir tentang apa yang dibahas.
Menurut Said, pertemuan yang berlangsung dari pukul lima sore hingga hampir pukul sembilan malam itu diisi langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Meski dikelilingi sekitar sepuluh staf kepercayaannya, sang Presiden sendiri yang memaparkan berbagai kebijakan strategis.
Ungkap Said melalui akun X-nya, @msaid_didu, pada Minggu (1/2/2026).
Suasana diskusinya digambarkan sangat dinamis. Prabowo tidak hanya bicara, tapi juga mendengarkan. Topiknya beragam, mulai dari hal-hal strategis hingga isu-isu yang dianggap sensitif. Reformasi Polri dan situasi di Gaza, misalnya, ikut menjadi bahan pembicaraan.
tambah Said.
Dari diskusi panjang itu, muncul beberapa poin kesepakatan. Agenda pengembalian kedaulatan negara dan rakyat harus jadi prioritas. Begitu pula dengan komitmen memberantas korupsi dan mengelola sumber daya alam untuk kepentingan bangsa.
Di sisi lain, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sudah lebih dulu memberi konfirmasi soal pertemuan ini. Dia menegaskan bahwa pertemuan itu adalah bentuk dialog pemerintah dengan tokoh masyarakat, bukan pertemuan dengan kelompok oposisi.
Artikel Terkait
Habib Bahar bin Smith Ditahan, Kasus Penganiayaan Banser Tangerang Masuki Tahap Hukum
Pernikahan Abdul Hadi dan Alya Nabila: Menyatukan Cinta, Merawat Jejak Perjuangan
The Truth Siap Hadir, Usung Pendekatan Forensik dan Psikologi dalam Setiap Kasus
Bisnis Umrah Bodong Berujung Pembunuhan Keji di Gumuk Pasir