Prabowo Buka Suara Empat Jam di Kertanegara, Bahas Reformasi Polri hingga Gaza

- Minggu, 01 Februari 2026 | 16:25 WIB
Prabowo Buka Suara Empat Jam di Kertanegara, Bahas Reformasi Polri hingga Gaza

Pertemuan di rumah dinas Presiden di kawasan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat petang lalu, rupanya menyimpan pembicaraan yang cukup serius. Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, yang hadir dalam pertemuan itu, membuka sedikit tabir tentang apa yang dibahas.

Menurut Said, pertemuan yang berlangsung dari pukul lima sore hingga hampir pukul sembilan malam itu diisi langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Meski dikelilingi sekitar sepuluh staf kepercayaannya, sang Presiden sendiri yang memaparkan berbagai kebijakan strategis.

“Walau didampingi oleh sekitar 10 orang staf 'kepercayaan', tapi Bapak Presiden presentasikan sendiri,”

Ungkap Said melalui akun X-nya, @msaid_didu, pada Minggu (1/2/2026).

Suasana diskusinya digambarkan sangat dinamis. Prabowo tidak hanya bicara, tapi juga mendengarkan. Topiknya beragam, mulai dari hal-hal strategis hingga isu-isu yang dianggap sensitif. Reformasi Polri dan situasi di Gaza, misalnya, ikut menjadi bahan pembicaraan.

“Isu-isu strategis dan sensitif seperti reformasi Polri, BoP (Board of Peace) Gaza juga dibahas serta isu-isu lainnya. Ini menunjukkan bahwa Bapak Presiden @prabowo sangat terbuka untuk berdiskusi,”

tambah Said.

Dari diskusi panjang itu, muncul beberapa poin kesepakatan. Agenda pengembalian kedaulatan negara dan rakyat harus jadi prioritas. Begitu pula dengan komitmen memberantas korupsi dan mengelola sumber daya alam untuk kepentingan bangsa.

Di sisi lain, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sudah lebih dulu memberi konfirmasi soal pertemuan ini. Dia menegaskan bahwa pertemuan itu adalah bentuk dialog pemerintah dengan tokoh masyarakat, bukan pertemuan dengan kelompok oposisi.

“Ndak, ndak ada yang oposisi,”

kata Prasetyo di Jakarta, sehari setelah pertemuan.

Menurut Prasetyo, Prabowo memang membuka ruang dialog seluas-luasnya. Presiden membeberkan program prioritasnya dan sekaligus menerima masukan dari berbagai pihak untuk kemajuan Indonesia.

Lantas, siapa saja tokoh yang hadir? Deretannya cukup berwarna. Mulai dari Peneliti Utama Politik BRIN, Profesor Siti Zuhro, mantan Kabareskrim Susno Duadji, hingga mantan Ketua KPK Abraham Samad. Said Didu sendiri juga ada di dalam daftar itu.

Prasetyo menyebut diskusi yang terjadi cukup cair dan spesifik. Misalnya, dengan Siti Zuhro membahas masalah kepemiluan, sementara dengan Susno Duadji lebih banyak menyoroti penegakan hukum.

“Ya, di antaranya ada Profesor Siti Zuhro, ada diskusi mengenai masalah kepemiluan, kemudian ada Pak Susno, diskusi masalah penegakan hukum, macam-macam di situ. Ada beberapa banyak,”

jelasnya.

Pertemuan selama hampir empat jam itu, setidaknya dari yang diungkapkan, lebih menyerupai sebuah konsultasi terbuka. Sebuah upaya untuk mendengar langsung suara dari luar istana, sebelum langkah-langkah strategis diambil.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar