Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas, Status Siaga Tetap Dipertahankan

- Minggu, 01 Februari 2026 | 16:18 WIB
Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas, Status Siaga Tetap Dipertahankan

Asap tebal dan gumpalan abu masih terus membubung dari puncak Gunung Merapi. Aktivitas vulkanik gunung yang membelah Jawa Tengah dan Yogyakarta ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda, bahkan pada Minggu (1/2) siang tadi.

Menurut laporan resmi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), sekitar pukul 13.48 WIB, terjadi lagi luncuran awan panas guguran. Awan panas itu meluncur cukup jauh, kira-kira 1.500 meter, mengarah ke hulu Kali Boyong di barat daya.

Itu bukan satu-satunya aktivitas hari ini.

Kalau kita lihat laporan periode dini hari tadi, dari pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, gunung ini sudah dua kali mengeluarkan guguran lava. Arahnya sama, ke Barat Daya, menuju Kali Sat atau Kali Putih. Jarak luncurannya bahkan lebih panjang, mencapai 1.900 meter.

"Teramati 2 kali guguran lava ke arah Barat Daya (Kali Sat/Putih) dengan jarak luncur maksimum 1.900 meter,"

Meski aktivitasnya terlihat intens, status Merapi sampai detik ini belum dinaikkan. Ia tetap bertahan di level III, atau status siaga. Masyarakat diharap tenang tapi tetap waspada.

Nah, soal potensi bahayanya, BPPTKG mengingatkan untuk sektor selatan hingga barat daya. Kawasan di sepanjang Sungai Boyong, Bedog, Krasak, dan Bebeng perlu berhati-hati terhadap ancaman guguran lava dan awan panas. Jarak jangkaunya bisa sampai 5 hingga 7 kilometer.

Di sisi lain, untuk sektor tenggara, aliran Sungai Woro dan Gendol juga jadi area yang perlu diawasi. Potensi bahaya di sana diperkirakan mencapai 3 dan 5 kilometer.

Yang juga tidak boleh dilupakan adalah skenario terburuk. Kalau sampai terjadi letusan eksplosif meski belum terlihat tanda-tandanya lontaran material vulkaniknya bisa mencapai radius 3 kilometer dari puncak. Situasinya memang dinamis, dan pemantauan ketat terus dilakukan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar