Dia menambahkan, kondisi seperti ini biasanya cuma bertahan beberapa hari saja. “Biasanya 2 hari, 2 setengah hari, 3 hari, abis itu udah,” jelasnya.
Nah, buat investor yang was-was, Purbaya punya saran. Alihkan perhatian ke emiten-emiten besar, yang kondisi keuangannya sehat atau yang biasa kita sebut saham blue chip. Di situ, katanya, masih ada peluang dan kenaikannya belum terlalu tinggi.
Sebelumnya, Rabu (29/1), skenario serupa sudah terjadi. IHSG juga ambruk 8 persen ke level 8.261,7 yang berujung pada penghentian perdagangan.
Langkah BEI memberlakukan trading halt ini bukan tanpa dasar. Semua dilakukan demi menjaga agar perdagangan saham tetap berjalan tertib, wajar, dan efisien. Aturan mainnya mengacu pada Peraturan Nomor II-A dan Surat Keputusan Direksi BEI nomor Kep-00002/BEI/04-2025. Intinya, ini langkah pengamanan, bukan tanda kehancuran.
Artikel Terkait
Pemerintah dan Pertamina Pastikan Pasokan Energi Aman Jelang Lebaran di Makassar
BPH Migas Segel SPBU di Jember Diduga Salurkan BBM Subsidi Ilegal
Harga CPO Menguat Pekan Kedua Berkat Sentimen Positif Pasar China
Saham Raksasa dan Perbankan Jadi Pemberat Utama Anjloknya IHSG