Ketua Komisi XI, Mukhamad Misbakhun, menjelaskan bagaimana proses ini berjalan. Semua fraksi di komisinya, katanya, sepakat melalui musyawarah mufakat. Thomas dinilai sebagai figur yang bisa diterima semua partai politik.
Menurut Misbakhun, ada alasan kuat di balik pilihan ini.
“Pertimbangannya adalah bahwa Bapak Thomas adalah figur yang dapat diterima oleh seluruh partai politik dan figur Bapak Thomas menjelaskan dengan sangat bagus soal bagaimana perlunya membangun sinergi antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal sehingga memberikan penguatan terhadap pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.
Jadi, selain faktor penerimaan politik, pemahaman Thomas tentang pentingnya menyelaraskan kebijakan moneter dan fiskal untuk mendongkrak ekonomi nasional menjadi poin plus yang tak bisa diabaikan. Kini, tinggal menunggu periode kerjanya dimulai.
Artikel Terkait
CBDK Catat Laba Bersih Rp1,36 Triliun, Melonjak 48% di 2025
BCA Bagikan Dividen Final Rp34,5 Triliun, Total 2025 Capai Rp41,4 Triliun
Wall Street Rebound Dihantui Data Campuran dan Ekspektasi Suku Bunga Tinggi
Persiapan Mudik Lebaran 2026: Ban Tepat Jadi Kunci Hemat Daya Mobil Listrik