Rencana go-public akhirnya diumumkan oleh Hypefast. Startup ritel teknologi ini, PT Hypfast Karya Nusantara (HKN), membidik penawaran saham perdana atau IPO di Bursa Efek Indonesia sekitar pertengahan tahun depan. Pengumuman ini sekaligus menandai peluncuran identitas korporasi baru mereka.
Menariknya, rencana ini bukan sekadar soal mencari pendanaan segar. Menurut sang Founder & CEO, Achmad Alkatiri, langkah ini menegaskan pergeseran bisnis Hypefast yang cukup signifikan. Dulu mereka cuma agregator merek, kini mereka menginginkan kendali penuh. Mulai dari proses manufaktur, sampai produk itu sampai ke tangan konsumen.
"Pasar Gen Z dan Milenial itu geraknya luar biasa cepat," ujar Achmad.
"Buat menang dalam jangka panjang, sekadar viral nggak akan cukup. Kuncinya ada di infrastruktur yang gesit. Sistem kitalah yang kami bangun terintegrasi penuh, biar kami bisa memproduksi, mendistribusikan, dan memasarkan brand dengan efisiensi setinggi mungkin."
Pernyataan itu dia sampaikan melalui keterangan resmi pada Senin (26/1/2026). Optimisme mereka ternyata punya dasar. Sejak 2024, seiring transformasi itu, Hypefast konon sudah mencatatkan EBITDA dan arus kas yang positif. Artinya, fundamental bisnisnya cukup solid untuk melangkah lebih jauh.
Artikel Terkait
IHSG Tersungkur di Tengah Geliat Pasar Asia
Thomas Djiwandono Resmi Ditetapkan sebagai Deputi Gubernur BI Periode 2026-2031
Paripurna DPR Sahkan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Pengamat Politik: Pengangkatan Thomas Djiwandono di BI Sesuai Koridor dan Beri Nilai Tambah