Ambil contoh di sektor perdagangan internasional. Platform ini menawarkan solusi terintegrasi untuk penempatan dan pengelolaan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) agar lebih optimal. Di sisi lain, ada juga layanan Kredit Agunan Deposito (KAD) Kopra. Dengan fitur ini, nasabah bisa mengajukan pinjaman dengan menjaminkan deposito yang mereka miliki.
Yang menarik, Kopra tidak hanya fokus pada korporasi besar. Platform ini juga dirancang untuk mendukung pertumbuhan usaha nasabah Bank Mandiri yang terhubung dalam rantai nilai korporasi. Berbagai fitur seperti electronic invoice presentment & payment (EIPP) hingga pembayaran pajak dan tagihan, tersedia untuk membantu pelaku usaha mengelola transaksi secara lebih transparan dan terukur.
Upaya-upaya pengembangan itu rupanya membuahkan hasil. Hingga akhir November 2025, nilai transaksi di Kopra by Mandiri tercatat mencapai Rp 26.634 triliun. Angka itu naik 22% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Sementara volume transaksinya menyentuh 1,36 miliar, tumbuh 14%. Jumlah penggunanya sendiri terus merangkak naik dan bahkan telah menembus lebih dari 300 ribu pengguna.
Ke depan, komitmen untuk berinovasi tetap diutarakan. Riduan menegaskan, perseroan akan terus mengembangkan layanan digital yang relevan dengan kebutuhan nasabah.
Pada akhirnya, semua langkah ini bermuara pada satu tujuan: berkontribusi nyata bagi akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Tantangannya tentu masih banyak, namun optimisme itu terasa jelas.
Artikel Terkait
Persiapan Mudik Lebaran 2026: Ban Tepat Jadi Kunci Hemat Daya Mobil Listrik
MR.D.I.Y Indonesia (MDIY) Catat Laba Bersih Rp1,1 Triliun dan Usul Dividen 40%
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.893, Beban Bunga Utang Membengkak Capai Rp99,8 Triliun
IHSG Turun 0,37% ke 7.362,12 Didominasi Tekanan Jual