Menjelang tahun 2026, kondisi fundamental ekonomi Indonesia terlihat kokoh. Ini bukan sekadar klaim. Geliat aktivitas manufaktur dalam negeri di penghujung 2025 memberi sinyal positif, dengan Purchasing Managers' Index (PMI) bertahan di zona ekspansi selama lima bulan penuh.
Dalam momentum seperti ini, peran perbankan sebagai mitra strategis pemerintah jadi krusial. Bank Mandiri, salah satunya, terus berupaya memperkuat kontribusinya. Caranya? Dengan mendorong kolaborasi lintas sektor lewat platform digital. Salah satu andalannya adalah layanan bernama Kopra by Mandiri.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menjelaskan bahwa pengembangan ekosistem Kopra dilakukan secara berkelanjutan. Tujuannya jelas: memfasilitasi kebutuhan transaksi wholesale di tengah dinamika ekonomi yang bergerak cepat.
Platform ini menghadirkan solusi end-to-end yang diklaim mampu menjawab kebutuhan bisnis dengan cepat. Akselerasi layanan perbankan digital diwujudkan lewat tiga fitur utama: Cash Management, Value Chain, dan Trade. Semuanya terintegrasi dalam satu akses Single Sign-On. Bagi pelaku usaha, ini berarti pengelolaan arus kas, pembiayaan rantai pasok, dan transaksi bisnis bisa dilakukan lebih efisien. Hasilnya? Efektivitas operasional dan daya saing perusahaan diharapkan bisa ikut terdongkrak.
Perkembangan bisnis tak pernah statis. Menyadari hal itu, Kopra by Mandiri pun konsisten mengembangkan fitur dan layanannya. Inovasi berkelanjutan dihadirkan untuk mendukung kelancaran operasional, pengelolaan likuiditas, hingga pengambilan keputusan strategis nasabah.
Artikel Terkait
IHSG Tergelincir ke 8.921, Saham Blue Chip Terus Tertekan
BEI Ungkap Target: Danantara Siap Masuk Pasar Modal Tahun Ini
Gelombang Jual Saham Konglomerasi Menyapu Bursa, MSCI Jadi Biang Kerok
IHSG Tersungkur di Tengah Geliat Pasar Asia