Nah, soal EDGE1 sendiri, data center perdananya itu sudah beroperasi sejak diresmikan pada Oktober 2021. Kapasitasnya mencapai 6 megawatt (MW). Lokasinya strategis, di jantung ibu kota.
Gedungnya sendiri cukup megah. Dibangun dengan delapan lantai, lima di antaranya merupakan data hall yang sanggup menampung lebih dari seribu rak server. Sebuah fasilitas yang memang dirancang untuk skala besar.
Kini, fokus Indonet sudah bergeser ke proyek berikutnya: EDGE2. Ekspansi ke data center kedua ini adalah bagian dari strategi jangka panjang mereka. Ambisinya jelas, ingin memperkuat posisi sebagai penyedia infrastruktur digital yang tak hanya andal, tapi juga berkelas dunia.
Langkah bertahap namun pasti. Itulah yang sedang dilakukan Indonet untuk menguasai lanskap bisnis data center di tanah air.
Artikel Terkait
WINR Pacu Ekspansi, Lima Proyek Baru Dikebut
Bukit Asam Borong Enam Penghargaan Hijau di Indonesia Green Awards 2026
Sepi yang Menyisakan: Kisah Pedagang Valas Jalanan di Kwitang yang Bertahan di Tengah Lesu
IHSG Bertahan di Zona Hijau, Sektor Barang Baku Melonjak 4,47%