Nah, soal EDGE1 sendiri, data center perdananya itu sudah beroperasi sejak diresmikan pada Oktober 2021. Kapasitasnya mencapai 6 megawatt (MW). Lokasinya strategis, di jantung ibu kota.
Gedungnya sendiri cukup megah. Dibangun dengan delapan lantai, lima di antaranya merupakan data hall yang sanggup menampung lebih dari seribu rak server. Sebuah fasilitas yang memang dirancang untuk skala besar.
Kini, fokus Indonet sudah bergeser ke proyek berikutnya: EDGE2. Ekspansi ke data center kedua ini adalah bagian dari strategi jangka panjang mereka. Ambisinya jelas, ingin memperkuat posisi sebagai penyedia infrastruktur digital yang tak hanya andal, tapi juga berkelas dunia.
Langkah bertahap namun pasti. Itulah yang sedang dilakukan Indonet untuk menguasai lanskap bisnis data center di tanah air.
Artikel Terkait
CBDK Catat Laba Bersih Rp1,36 Triliun, Melonjak 48% di 2025
BCA Bagikan Dividen Final Rp34,5 Triliun, Total 2025 Capai Rp41,4 Triliun
Wall Street Rebound Dihantui Data Campuran dan Ekspektasi Suku Bunga Tinggi
Persiapan Mudik Lebaran 2026: Ban Tepat Jadi Kunci Hemat Daya Mobil Listrik