Pelaku Usaha Soroti Peluang Nyata di Balik Kesepakatan Ekonomi Indonesia-Inggris

- Minggu, 25 Januari 2026 | 19:36 WIB
Pelaku Usaha Soroti Peluang Nyata di Balik Kesepakatan Ekonomi Indonesia-Inggris

Indonesia dan Inggris baru saja merampungkan kesepakatan bernama Economic Growth Partnership atau EGP. Nah, para pelaku usaha punya harapan besar. Mereka ingin kesepakatan ini tak cuma jadi wacana, tapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk fasilitas nyata hingga proyek kolaborasi konkret.

Intinya, EGP ini adalah kerangka kerja sama yang praktis dan benar-benar dibuat untuk memudahkan para pengusaha. Menurut Shinta Kamdani, Ketua Umum Apindo, jika ditindaklanjuti dengan serius, kerja sama ini berpotensi besar menciptakan lapangan kerja baru.

“Dunia usaha berharap ada tindak lanjut nyata dari Growth Partnership ini,” ujar Shinta.

“Bentuknya bisa fasilitas pasar, konektivitas investasi, atau proyek kolaborasi lain. Semua itu pada akhirnya bisa mendongkrak ekspor, menarik lebih banyak investasi, dan membuka lapangan kerja. Ini penting untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang,” jelasnya pada Minggu (25/1).

Lalu, apa saja fokus kerja samanya? Bidangnya cukup beragam. Energi bersih dan transisi berkelanjutan jadi salah satu prioritas, begitu pula dengan ekonomi digital. Tak ketinggalan, infrastruktur dan transportasi juga masuk dalam daftar, yang diharapkan bisa meningkatkan konektivitas dan kapasitas ekonomi kedua negara.

Di sisi lain, kerja sama juga menjangkau sektor-sektor seperti pertanian, makanan-minuman, serta perdagangan dan investasi. Bahkan, cakupannya meluas hingga pendidikan, layanan kesehatan, ilmu hayat, dan jasa keuangan.

Shinta sendiri menyambut baik kesepakatan ini. Baginya, EGP mencerminkan komitmen bersama untuk membuka peluang pasar dan mempermudah arus investasi dua arah. Hambatan perdagangan juga diharapkan bisa dikikis melalui pertukaran informasi dan praktik terbaik antara pemerintah dan swasta.

“Kesepakatan ini juga menggarisbawahi poin-poin krusial seperti ketahanan rantai pasok, persaingan sehat, dan tentu saja pembangunan berkelanjutan. Semua itu jadi fondasi untuk pertumbuhan ekonomi ke depan,” tambahnya.

Secara angka, hubungan dagang kedua negara sebenarnya sudah menunjukkan tren positif. Shinta memaparkan, total perdagangan bilateral tahun 2024 lalu menyentuh angka sekitar USD 2,7 miliar. Dari jumlah itu, ekspor Indonesia ke Inggris berkontribusi sekitar USD 1,8 miliar.


Halaman:

Komentar