“Memang, angka ini masih terbilang kecil jika dibanding total ekspor kita ke seluruh dunia yang tembus USD 266 miliar lebih,” akunya.
“Tapi justru di situlah peluangnya. Masih ada ruang yang sangat besar untuk meningkatkan volume dan nilai tambah produk kita, bukan cuma ke pasar Inggris, tapi juga ke Eropa yang lebih luas.”
Pintu Masuk ke Pasar Global?
Harapan serupa datang dari Pahala Mansury, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia. Ia berharap EGP bisa menjadi pembuka jalan bagi produk Indonesia untuk menjangkau pasar global yang lebih luas.
“Kita berharap kerja sama ini diikuti dengan pembukaan akses pasar yang lebih lebar untuk produk dalam negeri,” kata Pahala.
“Contohnya untuk industri padat modal seperti garment textile, elektronik, atau komponen otomotif.”
Ia punya optimisme tersendiri. Menurutnya, pembukaan pasar itu bisa berjalan mulus berkat EGP, apalagi dengan posisi Inggris yang kini sedang gencar mencari mitra dagang strategis di luar kawasan Atlantik.
“Kami optimistis. Partnership yang sudah ditandatangani ini akan memuluskan hal tersebut. Situasi di Eropa pasca-Brexit beberapa tahun lalu juga mendorong Inggris untuk mencari mitra baru, dan ini peluang bagus untuk Indonesia,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Bahlil Siapkan Harga Dasar Timah untuk Lindungi Penambang Rakyat
Pajak Kripto Meroket Meski Transaksi Anjlok, Tembus Rp 719 Miliar
BULOG Tegaskan 7% Bukan Keuntungan, Tapi Kompensasi Negara
Komisaris PT Mutuagung Lestari Firdaus Wafat, Bisnis Tetap Berjalan