Agenda Airlangga di Davos ternyata cukup padat. Di sisi lain, ia juga meluangkan waktu untuk bertemu dengan Menteri Investasi Yordania, Tareq Abu Ghazaleh. Pertemuan ini dihadiri pula oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani serta CIO Danantara, Pandu Sjahrir.
Mereka membahas langkah lanjutan dari nota kesepahaman antara Danantara dan Jordan Investment Fund. Intinya, mencari peluang investasi strategis di Yordania.
Secara keseluruhan, WEF memang jadi panggung strategis bagi Indonesia. Di forum bergengsi itu, Indonesia bisa menyuarakan arah kebijakan ekonominya di tengas situasi global yang penuh gejolak. Presiden Prabowo Subianto, dalam pidatonya, menekankan satu hal fundamental.
"Perdamaian dan stabilitas adalah aset paling berharga yang kita miliki. Keduanya bukanlah kemewahan, melainkan merupakan prasyarat utama bagi pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran bersama,"
tegas Prabowo.
Pernyataan itu seperti pengingat. Bahwa semua target investasi dan pembangunan yang digaungkan, pada ujungnya, membutuhkan landasan yang kokoh: situasi yang damai dan stabil.
Artikel Terkait
Persiapan Mudik Lebaran 2026: Ban Tepat Jadi Kunci Hemat Daya Mobil Listrik
MR.D.I.Y Indonesia (MDIY) Catat Laba Bersih Rp1,1 Triliun dan Usul Dividen 40%
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.893, Beban Bunga Utang Membengkak Capai Rp99,8 Triliun
IHSG Turun 0,37% ke 7.362,12 Didominasi Tekanan Jual