Hans Kwee Sebut IHSG Siap Tembus 10.000, Didorong Kekuatan Investor Domestik

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 13:15 WIB
Hans Kwee Sebut IHSG Siap Tembus 10.000, Didorong Kekuatan Investor Domestik

Hans Kwee, praktisi pasar modal dan Co-Founder PasarDana, punya keyakinan kuat. Tahun ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang besar mencatat sejarah baru. Level psikologis 10.000, menurutnya, bukan lagi sekadar angan-angan. Bisa jadi, indeks bahkan akan melampaui angka itu.

Menariknya, keyakinannya ini lahir dari sebuah perubahan besar. Struktur pasar saham dalam negeri, kata Hans, sudah berubah total. Dulu, pergerakan IHSG amat bergantung pada arus dana investor asing. Kini, ceritanya berbeda. Kekuatan investor domestik ternyata mampu jadi penopang, menjaga stabilitas pasar agar tak gampang goyah.

"Ya, arah indeks kita masih cukup yakin level 10.000 bisa kita tembus di tahun ini, bahkan bisa melebihi level tersebut."

"Kemudian pasar saham kita itu berubah ya, dulunya kita sangat mengekor asing, tahun lalu itu kita lihat asing itu kan rajin sekali jualan di pasar kita, tapi buktinya IHSG kita kan enggak rontok sama sekali ya,"

Ungkapan itu disampaikannya dalam acara Edukasi Wartawan secara virtual, Jumat (23/1/2026). Ketahanan IHSG menghadapi gempuran jual asing itu, baginya, adalah bukti nyata. Ketergantungan pada sentimen global mulai memudar.

"Ini bisa kita lihat bahwa pasar kita ini enggak lagi sangat tergantung dengan asing ya, jadi kita bergerak independen sendiri ya terhadap asing ya, jadi kita enggak bisa bilang bahwa pasar kita sangat terpengaruh oleh asing,"

Kemandirian ini, tegas Hans, jelas sinyal positif untuk pertumbuhan jangka panjang. Lantas, bagaimana caranya mencapai target 10.000 itu? Hans menyoroti beberapa sektor dan emiten yang diprediksi bakal jadi motor penggerak.

Sektor perbankan berkapitalisasi besar dan konsumsi masih sangat menarik. Di sisi lain, sektor komoditas juga menunjukkan gelagat kebangkitan yang patut diwaspadai.

Untuk saham big caps, dia merekomendasikan BBCA, ASII, dan TLKM. Di sektor konsumsi, ada CMRY, MYOR, MAPI, ICBP, serta AMRT. Sementara untuk emas, pilihannya adalah ANTM, BRMS, ARCI, dan MDKA. Adapun di sektor batu bara atau pertambangan, dia menyebut ITMG, AADI, PTBA, ADMR, dan ADRO.

Khusus emas dan pertambangan, Hans melihat potensinya masih solid. Dinamika harga komoditas global dinilai akan terus mendorong sektor ini.

"Target tadi ya, kita cukup yakin ya, IHSG Rp10 ribu ya. Kemudian emas ya, ANTAM, BRMS, ARCI, MDKA, emas itu masih cukup bagus, potensi kebangkitan di batu bara, ITMG, AADI, PTBA, ya kemudian terkait mining, ADMR, ADRO, ya itu menurut kita masih menarik,"

Prediksi semacam ini tentu jadi angin segar. Bagi investor domestik, ini adalah undangan untuk terus berpartisipasi menguatkan pasar modal nasional. Apalagi, fundamental ekonomi Indonesia di tengah tantangan global 2026 ini dinilai tetap kokoh. Semua faktor itu seolah berpadu, membuka jalan menuju rekor baru.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar