Perkataannya ini punya bukti. Beberapa hari sebelumnya, TNI AL berhasil menggagalkan aksi penyelundupan yang cukup besar. Patroli KRI Todak-631 menangkap sebuah kapal nelayan mencurigakan di Perairan Timur Selat Bangka.
Kapal itu diamankan bersama empat ABK. Isinya? Bukan ikan.
“Dari hasil pemeriksaan, ditemukan muatan bijih timah ilegal seberat kurang lebih 25 ton atau sekitar 500 kampil, dengan nilai ekonomis diperkirakan mencapai Rp 12,5 miliar, yang diduga akan diselundupkan ke Malaysia,”
Jelas pernyataan resmi dari Dinas Penerangan TNI AL. Ratusan karung putih berisi timah ilegal itu lalu dibawa ke pelabuhan terdekat. Menunggu proses hukum berikutnya.
Jadi, kenaikan harga yang 'gila-gilaan' itu rupanya punya cerita. Bukan sekadar angka di papan bursa, tapi juga hasil dari pengetatan di lapangan yang perlahan mengubah peta pasar. Setidaknya, itu keyakinan yang disampaikan pemerintah.
Artikel Terkait
PT Sinar Terang Mandiri (MINE) Catat Laba Rp200,83 Miliar Didorong Proyek Nikel
BULL Tambah Armada dengan Kapal Tanker LNG Kedua, Siap Operasi 2026
Wall Street Turun Tertekan Eskalasi Konflik Iran dan Ancaman Harga Minyak
Wall Street Turun Tertekan Ancaman Perang dan Lonjakan Harga Minyak