“Gangguan eksternal ini memang tantangan berat, namun ketangguhan operasi kami telah teruji,” ungkap Arifin.
“Kami optimis, dengan pulihnya pasokan energi, kami siap melakukan ramp-up produksi untuk mengejar target yang telah ditetapkan negara.”
Insiden yang memicu semua ini sebenarnya sudah diungkap sehari sebelumnya oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Saat rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Kamis (22/1), Bahlil menyebut kebocoran pipa TGI itu berpotensi menyebabkan kehilangan produksi minyak nasional sekitar 2 juta barel di awal 2025.
“Nah, izin pimpinan kami laporkan bahwa kita di awal tahun ini mengalami ada sedikit musibah kecil di Sumatera, pipa kita bocor yang kehilangan potensi loss kurang lebih sekitar 2 juta barel di awal tahun,” kata Bahlil waktu itu.
Meski menyebutnya kecelakaan, Bahlil tak menampik ada unsur kelalaian di baliknya. Ia pun berjanji bakal menjatuhkan sanksi kepada pejabat terkait, baik di lingkungan Kementerian ESDM maupun BUMN yang terlibat. Soal ini, kata dia, tidak bisa diabaikan begitu saja.
Artikel Terkait
Jatis Mobile Siapkan Buyback Saham Senilai Rp35 Miliar untuk Stabilisasi Harga
PT Sinar Terang Mandiri (MINE) Catat Laba Rp200,83 Miliar Didorong Proyek Nikel
BULL Tambah Armada dengan Kapal Tanker LNG Kedua, Siap Operasi 2026
Wall Street Turun Tertekan Eskalasi Konflik Iran dan Ancaman Harga Minyak