Suasana di Blok Rokan, Riau, perlahan mulai bergerak normal. Setelah sempat gonjang-ganjing akibat insiden kebocoran pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di Sumatera, produksi minyak di lapangan raksasa itu kini menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Pasokan gas yang sebelumnya terhenti, mulai mengalir lagi.
Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman. Ia baru saja turun ke lapangan, memimpin rapat koordinasi teknis kelistrikan di Kantor Utama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Rumbai, Jumat lalu (23/1). Kunjungan kerja itu intinya untuk memantau dampak gangguan gas terhadap operasional pembangkit listrik PHR.
“Kami melihat PHR telah melakukan upaya luar biasa di lapangan,” ujar Laode dalam keterangan resminya, Sabtu (24/1).
Ia menjelaskan, langkah pengalihan bahan bakar pembangkit ke solar serta manajemen beban listrik yang memprioritaskan sumur-sumur utama, terbukti ampuh. Ribuan sumur tetap bisa berproduksi meski di tengah keterbatasan pasokan gas yang mendadak itu.
Menurut Laode, pemerintah memang memberi perhatian khusus pada pemulihan Blok Rokan. Wajar saja, kontribusinya terhadap produksi minyak nasional sangat besar. Saat ini, produksi mulai berangsur membaik seiring dengan pengendalian dampak gangguan energi yang dilakukan.
Di sisi lain, Direktur Utama PHR Muhammad Arifin menyebut seluruh jajarannya masih dalam kondisi siaga tinggi. Tujuannya jelas: menjaga keandalan operasi. Perusahaan juga sudah menyiapkan skema pemulihan yang agresif. Semua siap dijalankan begitu pasokan gas benar-benar normal.
Artikel Terkait
Vietnam Pacu Ekonomi Dua Digit di Bawah Kepemimpinan Baru To Lam
Eka Hospital Buka Cabang Premium di MT Haryono, Lengkapi dengan Robot Bedah Canggih
Hans Kwee Sebut IHSG Siap Tembus 10.000, Didorong Kekuatan Investor Domestik
Operasi Penyelundupan Timah Berakhir, Harga Global Melonjak Gila-gilaan