Harga nikel akhir-akhir ini mulai menunjukkan sinyal menguat. Nah, salah satu pemicunya adalah rencana pemerintah Indonesia untuk membatasi produksi. Langkah ini diharapkan bisa mengatasi kelebihan pasokan yang selama ini menekan harga logam industri itu.
Kontrak nikel tiga bulan di London Metal Exchange (LME) tercatat menguat tipis 0,1 persen ke level USD 18.020 per metrik ton. Menurut analis S&P Global Ratings, yang dikutip Dow Jones, setiap pengurangan pasokan dalam skala besar berpotensi memengaruhi pasar. Namun begitu, seberapa efektif kebijakan ini nantinya sangat bergantung pada besaran dan berapa lama intervensi dilakukan. Mereka juga menambahkan, perbaikan harga yang berkelanjutan tentu butuh peningkatan permintaan, bukan cuma dari sisi pasokan.
Rencana pemangkasan ini sekaligus menyoroti risiko regulasi yang kini dihadapi produsen di Indonesia.
Kalau kita lihat pergerakannya, harga nikel memang sedang bangkit dari titik terendahnya. Dari level USD 14.235 per ton di pertengahan Desember lalu, harganya melesat hingga menyentuh USD 18.905 pada 14 Januari. Level tertinggi sejak 2022 itu!
Kebangkitan ini dipicu pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Desember lalu, yang berjanji akan memangkas produksi. Seorang pejabat kementerian kemudian mengonfirmasi pada 14 Januari bahwa izin usaha pertambangan tahun ini akan dipotong jadi 250-260 juta ton basah bijih. Angka itu turun drastis dari kuota tahun 2025 yang mencapai 379 juta ton.
Mengingat Indonesia menyumbang sekitar 65 persen pasokan nikel global dan selama dua tahun terakhir jadi sumber kelebihan pasokan kabar ini tentu berdampak besar. Tapi, di balik angka-angka besar itu, ada detail krusial yang perlu dicermati.
Andy Home, kolumnis senior sektor logam Reuters, punya pandangan menarik. Menurutnya, pemangkasan kuota pertambangan tak serta-merta berarti penurunan produksi sebesar yang dibayangkan pasar.
Artikel Terkait
Vietnam Pacu Ekonomi Dua Digit di Bawah Kepemimpinan Baru To Lam
Eka Hospital Buka Cabang Premium di MT Haryono, Lengkapi dengan Robot Bedah Canggih
Hans Kwee Sebut IHSG Siap Tembus 10.000, Didorong Kekuatan Investor Domestik
Operasi Penyelundupan Timah Berakhir, Harga Global Melonjak Gila-gilaan