Pasar modal kita pekan lalu benar-benar menunjukkan dua sisi yang berbeda. Di satu sisi, ada euforia rekor baru. Di sisi lain, ada koreksi yang tak terhindarkan. Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada 19-23 Januari 2026 itu, singkatnya, penuh dinamika.
Puncaknya terjadi di pertengahan pekan. Tepatnya Selasa, 20 Januari. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level yang belum pernah dicapai sebelumnya, menorehkan sejarah baru.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengonfirmasi momen bersejarah ini.
"Selama sepekan ini, IHSG sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa, yaitu ditutup pada posisi 9.134,700 pada Selasa (20/1)," jelas Kautsar dalam keterangan resminya yang dirilis Sabtu (24/1).
Namun begitu, euforia rekor itu tak bertahan lama. Menjelang akhir pekan, indeks justru mengalami tekanan pelemahan. Data BEI menunjukkan, IHSG secara keseluruhan pekan ini melemah 1,37 persen, ditutup di level 8.951,01. Angka ini turun dari posisi pekan sebelumnya di 9.075,40.
Yang menarik, meski indeks melemah, geliat transaksi justru meningkat signifikan. Rata-rata volume transaksi harian melonjak 9,32 persen! Jumlah saham yang berpindah tangan mencapai 65,73 miliar lembar, naik dari 60,13 miliar lembar di pekan sebelumnya.
Nilai transaksi harian pun ikut terdongkrak, naik 3,59 persen menjadi Rp33,85 triliun. Tapi ada satu angka yang justru turun tipis: frekuensi transaksi harian. Angkanya terkoreksi 2,66 persen menjadi 3,75 juta kali per hari.
Di balik semua fluktuasi ini, sentimen investor asing tetap hangat, bahkan bisa dibilang optimistis. Pada perdagangan Jumat (23/1) saja, mereka mencatatkan net buy atau pembelian bersih senilai Rp759 miliar.
Kepercayaan itu bukan cuma sesaat. Secara akumulatif sepanjang 2026, modal asing terus mengalir deras ke pasar kita.
"Investor asing pada Jumat mencatatkan nilai beli bersih Rp759 miliar dan sepanjang tahun 2026 ini mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp4,05 triliun," pungkas Kautsar.
Jadi, meski pekan ini ditutup dengan koreksi, catatan rekor dan minat kuat investor asing memberikan warna tersendiri. Seperti biasa, pasar saham memang selalu penjang kejutan.
Artikel Terkait
Geoprima Solusi Akuisisi Aset Rp78,5 Miliar, Bertransformasi Jadi Pemain Industri Komponen Mekanikal
Penjualan Mark Dynamics Tembus Rp251 Miliar di Kuartal I-2026, Laba Bersih Naik 19 Persen
IHSG Ditutup Menguat 0,65 Persen ke 7.175, Sektor Bahan Baku Paling Moncer
Harga Amonia Melonjak Akibat Ketegangan Timur Tengah, Saham ESSA Melesat 57 Persen Sepanjang 2026